Foto: Massa Aksi 25 September
Karakterunsulbar.com- Meski Massa Aksi 25 September sempat ricuh setelah mahasiswa memaksa masuk ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kini mahasiswa kembali memenuhi halaman kantor DPRD Majene setelah keadaan kembali kondusif.
Meski demikian, mahasiswa sempat saling dorong dengan kepolisian yang mengamankan gerbang, setelah menolak permintaan perwakilan untuk berunding di kantor DPRD. Dan menduduki gedung DPRD Majene.
Mahasiswa mulai membakar ban tepat di halaman kantor. Sehingga mengakibatkan penembakan gas air mata oleh kepolisian.
Mahasiswa yang terprovokasi mulai melemparkan batu ke gedung DPRD Majene yang berakibat merusak fasilitas gedung seperti kaca jendela dan pot bunga.
Polisi dengan pengaman lengkap berusaha mengamankan mahasiswa dan sejumlah staf yang masih berada di halaman kantor saat aksi pelemparan batu terjadi.
Berdasarkan keterangan salah satu staf yang tak ingin disebutkan namanya, beberapa rekannya shok akibat terkena gas air mata, serta Adi Ahsan selaku anggota Dewan DPRD Majene mengalami luka di kepala karena pecahan kaca dan pingsan akibat gas air mata.


