Foto: Suasana Pembukaan Mubes BEM-Unsulbar
Karakterunsulbar.com- Musyawarah Besar (Mubes) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (BEM-Unsulbar) resmi dimulai di Aula Gedung Tasha Center Majene, Kamis, pukul 15.00 Wita. (12/12/2019)
Dibuka langsung oleh Kasubag Registrasi Statistik dan Kemahasiswaan Biro Akademik Unsulbar, Wahyuddin Idris yang mewakili Rektor Unsulbar, Dr. Akhsan Djalaluddin.
Dalam sambutannya, ia berharap agar Mubes berjalan lancar dan melahirkan pemimpin baru.
“Mubes harus berjalan lancar, saya mengharapkan pemimpin BEM Unsulbar kedepannya bisa menyelesaikan setiap aspirasi mahasiswa,” harapnya.
Ketua Pelaksana, Syahril Syarif (Perikanan, 2016) juga berharap, nantinya melalui Mubes, terpilih sosok Presiden Mahasiswa (Presma) dan wakil Presma Unsulbar yang mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Tentunya sesuai dengan prosedur Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Dan terakhir, harapan kami dari panitia pelaksana Mubes ini agar berjalan lancar dan kondusif serta demokratis,” jelas Syarif
Bersama panitia lain, Mubes ditargetkan selesai 12 – 15 Desember. Selanjutnya masuk pada agenda pemilihan Presma dan Wakil Presma Unsulbar.
Untuk peserta Mubes, panitia membantasi 10 orang perwakilan setiap Fakultas yang terdiri dari Perwakilan BEM Fakultas dan Himpunan lingkup Unsulbar.
Syarif menambahkan, panitia mendorong agar proses dilakukan dengan pemilu raya. Tapi tentu itu semua diserahkan pada kesepakatan peserta Mubes.
Pendapat Himpunan
Ketua English Department Student Association (EDSA), Fadil Syam (Pend. Bahasa Inggris, 2017), menginginkan pemilu raya agar semua mahasiswa Unsulbar dapat menuangkan suaranya.
“Baiknya pemilu raya untuk menuangkan hak suara kita sebagai masyarakat Unsulbar untuk memilih pemimpin yang dipercayakan mempunyai sifat kepemimpinan,” ungkapnya.
Juga, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntasi (HMA) Ikram, (Akuntansi, 2017) mengatakan, negara kita negara demokrasi maka tentu harus pemilu raya.
Selain itu Ketua Himpunan Mahasiswa Politik (HIMAPOL), Munir (Ilmu Politik, 2016) menyatakan, idealnya dilakukan dengan pemilu raya. Agar semua mahasiswa dapat mengawal serta mempergunakan suaranya dengan baik.

