Maba Yatim Piatu, KARAKTER Salurkan Donasi Pembaca

Maba Yatim Piatu, KARAKTER Salurkan Donasi Pembaca

- in Berita
728
0
Perjuangan Amelia, seorang anak yatim piatu untuk terus melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah mendapat simpati dari berbagai pihak.
Sejumlah pihak tersebut berempati dengan menyumbangkan dana setelah membaca perjuangan Amelia di media KARAKTER. 
Donasi dari para pembaca KARAKTER diserahkan kepada Amelia di rumahnya di Lingkungan Tulu, kelurahan Labuang Utara, kecamatan Banggae Timur, Majene, Senin (15/08).
 
Keterangan yang disampaikan Reporter KARAKTER, Misbah Sabaruddin (Pendidikan Fisika 2013), donasi dalam bentuk uang tunai tersebut berasal dari sejumlah pihak di berbagai daerah di Sulawesi Barat.
Donatur yang berempati menyumbang dana  antara lain anggota DPRD Sulbar, pengusaha serta ibu rumah tangga. 
 
” Jumlahnya tidak banyak namun sementara ini sudah cukup untuk membiayai SPP awal adik Amelia, mudah-mudahan setelah masuk kuliah dia bisa mendapat beasiswa,” kata Misbah yang mewakili KARAKTER menyerahkan bantuan pembaca.
 
Seperti dimuat di karakterunsulbar.com edisi Jumat 12 Agutus, Amelia lulus di program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Unsulbar melalui jalur Mandiri.Dia belum mendapat beasiswa bidik misi atau beasiswa lainnya.
 
Salah seorang donatur, Anggota DPRD Sulbar Risal Saal menyatakan dirinya tergerak untuk ikut membantu Amelia karena melihat kegigihan dan kesungguhan anak tersebut melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ditengah keterbatasan yang dihadapi.
 
” Setelah kami baca di media KARAKTER, saya sangat bersimpati atas kesungguhan anak itu melanjutkan kuliah, semangatnya patut diapresiasi,” kata Risal.
 
Selain menyerahkan bantuan melalui KARAKTER, Risal Saal juga mengupayakan agar Amelia dan mahasiswa kurang mampu lainnya yang belum mendapat beasiswa mendapat alokasi bantuan dana dari pemerintah daerah. 
 
Dalam kisah Amelia, Ayahnya Juma meninggal dunia sejak 2003, dan ibunya Siani menyusul wafat tahun 2011, Amelia menjadi gadis yatim piatu.
 
Bersama Empat orang saudaranya, Amelia tinggal di gubuk kecil peninggalan mendiang orang tuanya di daerah Tulu, kelurahan Labuang Utara, kecamatan Banggae Timur, Majene.
 
Adalah Husain, kakaknya yang kedua menjadi tumpuan hidup keluarga Amelia. Sehari – hari Husain menjadi tukang becak di Majene.
Hasil mengayuh becak tersebut, selain untuk biaya hidup sehari – hari, juga disisihkan untuk biaya pendidikan adik-adiknya. 
 
” Biaya hidup kami selama ini dari kakak ( Husain,-) , dia jugalah yang mendorong agar saya terus bisa sekolah, Dia rela bekerja keras agar kami adik-adiknya bisa lanjut kuliah,” kata Amelia.
 
Disamping mengandalkan hasil kerja keras Husain sebagai tukang becak, Untuk menopang biaya hidup sehari – hari serta persiapan untuk biaya kuliah di Unsulbar, Amelia juga bekerja serabutan, misalnya bekerja di usaha kue Jalang Kote di Majene.
 
Gadis berjilbab ini yakin dengan sebuah prinsip bahwa dimana ada usaha pasti akan ada jalan.
Sehingga ditengah kesulitan yang dihadapi saat ini, Amelia bertekad bisa sukses kuliah di Unsulbar dan menjadi ekonom.
Amelia menyimpan asa menjadi Ahli Ekonomi atau menjadi profesional di bidang ekonomi. 
 
” Saat berkuliah nanti di Unsulbar, saya akan berusaha bagi waktu agar tetap bisa kuliah dan tetap punya waktu bekerja, membantu ekonomi keluarga serta mencari biaya untuk kuliah,” lanjut Amelia. (RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Perikanan Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah, Peserta Berbagai Kampus Bawa Ide Menarik

Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Himapri