Pemilu Raya Mahasiswa, Nasir Badu : Ini adalah Pesta Mahasiswa

Pemilu Raya Mahasiswa, Nasir Badu : Ini adalah Pesta Mahasiswa

- in Kabar Kampus
3247
0
Mahasiswa menyalurkan hak suara di TPS pada pemilu raya (ilustrasi). ( Foto : http://dewanpermusyawaratanmahasiswa.blogspot.co.id)

karakterunsulbar.com – Munculnya dua versi kepanitiaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Pemilihan Umum Raya ( Pemilu Raya ) mahasiswa Universitas Sulawes Barat menimbulkan polemik.
Kedua versi panitia masing – masing akan meyelenggarakan mubes dan pemilu raya.

Sejumlah pihak berharap agar polemik di lembaga kemahasiswaan itu tidak berlarut – larut, dapat segera diselesaikan agar kondisi lembaga mahasiswa kembali normal.

Dosen program studi Hubungan Internasional, Dr. Nasir Badu yang memiliki banyak pengalaman dibidang kemahasiswaan menyarankan solusi atas masalah tersebut.
Menurutnya perlu dialog kedua versi kepanitiaan, dialog tersebut difasiitasi pimpinan kampus.

Ia menyarankan dalam rangka pencarian solusi atas polemik tersebut, presiden mahasiswa (presma,-) yang sementara menjabat juga dihadirkan bersama para ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ ).

 

Dr. Nasir Badu

” Pihak kampus (pimpinan) memanggil keduanya (dua versi,- red)  dan presiden mahasiswa yang masih menjabat serta ketua – ketua HMJ,” tulis Nasir Badu melalui pesan messenger ke inbox KARAKTER, Minggu (22/10).

Seperti diberitakan sebelumnya, muncul dua versi kepanitiaan Mubes – Pemilu Raya Mahasiswa Unsulbar, satu versi ketua Muhammad Asdim, satu versi panitia lainnya dengan ketua Sumitro.
Panitia versi Asdim mendapat SK langsung dari rektor, sedangkan versi Sumitro di SK-kan oleh presiden mahasiswa Unsulbar.

 

Baca berita terkait : Panitia Mubes-Pemilu Raya Mahasiswa Unsulbar Dua Versi

Merujuk ke AD/ART

Mengenai bagaimana mekanisme pembentukan panitia kegiatan kemahasiswaan, Nasir Badu yang juga kepala kantor Urusan Internasional Unsulbar menyarankan agar merujuk kepada aturan internal lembaga yakni Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga ( AD/ART ).
Dengan merujuk ke AD/ART lembaga mahasiswa akan jelas pihak yang berhak menerbitkan SK panitia.

” Ini adalah pesta mahasiswa. Kalau ada mekanisme di AD/ART menyatakan bahwa presiden mahasiswa yang buat panitianya, maka itu berarti presma bukan pimpinan kampus. Dalam hal ini pimpinan kampus hanya mengawal dan mengontrol agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” kata Nasir Badu yang juga dosen FISIP Unhas. (RD01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto