Rektor Akhsan Djalaluddin (kedua dari kanan), disamping kanannya, kepala Balitbangda Sulbar, Dr. Jamil Barambangi saat pembukaan Konfrensi Nasional Artikel Ilmiah (KNAI ) FDI 2018 di aula LPMP Sulbar, Majene, Jumat (14/04). ( Foto : Nurkhalisah )
karakterunsulbar.com – Dukungan bagi Dr. Akhsan Djalaluddin untuk kembali menjadi rektor Unsulbar mengalir, kali ini salah seorang dosen senior Unsulbar, Dr. Jamil Barambangi secara terbuka menyampaikan dukungannya bagi Dr. Akhsan.
Selain memberikan dukungan, Dr. Jamil juga memberikan sejumlah catatan agar dalam periode kepemimipinan selanjutnya, rektor terpilih melakukan berbagai perbaikan.
Pernyataan dukungan Dr. Jamil Barambangi terhadap Dr. Akhsan untuk kembali menjadi rektor periode 2018 – 2022 disampaikannya saat memberikan sambutan mewakili gubernur Sulbar di acara pembukaan Konfrensi Nasional Artikel Ilmiah (KNAI) FDI 2018 di aula LPMP Sulbar, Majene, Jumat (14/04).
” Kita masih mengharapkan pak Akhsan kembali menjadi rektor, beliau masih dibutuhkan demi kesinambungan pembangunan Unsulbar,” kata Jamil dan disambut tepuk tangan ratusan orang yang hadir di acara tersebut.
Saat menyampaikan pernyataan dukungannya itu, Dr. Akhsan tengah duduk di barisan terdepan para undangan. Mendengar pernyataan dukungan tersebut, Dr. Akhsan tersenyum.
Dr. Jamil kembali menyampaikan pernyataan dukungannya bagi Dr. Akhsan agar terpilih sebagai rektor Unsulbar saat membawakan materi di acara seminar.
Ketika menyampaikan dukungannya yang kali kedua tersebut, Dr. Akhsan duduk di deretan pembicara berdampingan dengan dekan Fakultas Teknik Zulfajri Basri Hasanuddin serta para pemateri seminar lainnya.

” Sebagai ketua tim percepatan penegerian Unsulbar, saya juga memberikan catatan kritis agar kedepannya dilakukan perbaikan – perbaikan khususnya di internal kampus. Unsulbar sudah lima tahun jadi perguruan tinggi negeri, perlu penataan baru dan sebagai dosen Unsulbar, saya siap berkonstribusi membantu pak Akhsan,” kata Jamil yang juga mantan kepala dinas Pendidikan provinsi Sulbar.
” Saya ini dosen Unsulbar berhombase Fakultas MIPA, namun sekarang dapat tugas sebagai kepala Balitbangda provinsi Sulbar,” tambah Jamil.

Aturan Pemilihan Rektor
Dr. Akhsan Djalaluddin pertama kali menjabat sebagai rektor Unsulbar 19 Desember 2013.
Setelah masa jabatan periode 2013 – 2017 berakhir, Menteri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir pada 19 Desember 2017 memperpanjang masa jabatan rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Dr. Akhsan Djalaluddin.
Pada surat keputusan (SK) menristekdikti nomor : 469/M/KPT.KP.KP/2017 ayat KESATU disebutkan bahwa perpanjangan paling lama satu tahun atau dilantikanya pejabat defenif.
Permenristekdikti nomor 19/2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian pemimpin perguruan tinggi menyebutkan, pemilihan rektor diawali dengan tahap penjaringan bakal calon rektor, disusul penyaringan calon; pemilihan calon; dan penetapan dan pelantikan.
baca : Permenristekdikti nomor 19/2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian pemimpin perguruan tinggi
” Tahap penjaringan bakal calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dilaksanakan paling
lambat 5 (lima) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan pemimpin PTN yang sedang menjabat,” bunyi pasal 6 Permenristekdikti nomor 19/2017.
Melihat ketentuan tersebut, tahapan pemilihan rektor Unsulbar periode 2018 – 2022 akan mulai berlangsung bulan Juni 2018 mendatang atau sekitar dua bulan lagi tahap penjaringan bakal calon rektor mulai dilakukan.(RD01).

