Puisi: Unsulbar Dalam Khayal

Puisi: Unsulbar Dalam Khayal

- in Kabar Kampus
2419
0

Puisi: Muh.Rifai (Ilmu Hukum, 2017)

Unsulbar Dalam Khayal

Dalam khayal kubangun imajinasi tanpa batas
Dengan begitu bebas tanpa tertindas
Dari kaki bukit kulayangkan pandang keatas
Terlihat gedung kampus sudah tak berdindingkan tripleks
Bangunan yang dalam realitas hampir tandus
Namun kini dalam khayal begitu kompleks

Masih dalam khayal tanpa rasa cemas
Melihat jalan menuju kampus sudah tuntas
Mahasiswa tak perlu khawatir lagi tentang jalan becek akibat hujan deras
Roda kendaraan sudah bisa berputar dengan mulus tanpa takut terhempas
Langkah kaki sang pejuang toga pun terasa bebas
Nafas tak lagi sesak oleh debu yang terbang bebas

Lagi-lagi dalam khayal dengan rasa bahagia tanpa batas
Rasa dapat merasakan fasilitas kampus dengan puas
Belajar dikelas terasa nyaman sebab keringat tak lagi menetes karena panas
Materi dari dosen begitu mudah di pahami dan selalu membekas
Menjadi alasan untuk tak ingin cepat bergegas

Lagi dan lagi masih dalam khayal tanpa kata bosan seolah membius agar tak lepas dan lekas
Dalam khayalan kampus yang terpencar tiba-tiba menyatu dan terbangun tinggi secara drastis bagai mistis
Begitupun mahasiswanya yang berhamburan seketika bersatu digedung kampus dengan harmonis
Terlihat wajah berseri-seri didampingi senyum bengitu ikhlas dan manis

Unsulbar dalam khayal memang begitu indah terlukis tanpa ada hal tragis
Sebuah konsep grafis membawa kesan bahagia yang membekas
Kawan cobalah terjun kedalam dunia khayal dan rasakan keresahan mu tentang realitas kampus akan di tebas
Tak perlu ragu dan bimbang sebab khayalan itu gratis
Tak serupa biaya kuliah yang dibayar setiap semester dengan uang hasil keringat orang tua
Namun kampus kurang fasilitas dan akreditasinya tak jelas

Padahal lembaran kertas yang berlapis-lapis dicari oleh orang tua hingga mengais-ngais
Kulit mereka menjerit akibat matahari panas
Tulang-tulang mereka merintih terbanting kasana kemari mencari sisa hasil bumi yang kian terkikis
Tidakkah hatimu teriris mendengar kulit dan tulang mereka menangis
Terkadang pula karena biaya kuliah yang tiada tara orang tua berhutang kesana kemari agar kuliah anaknya tak putus
Mereka rela melakukan itu semua demi cintanya kepada sang anak tanpa harap balas
Tapi tidakkah kau lihat sudah banyak teman seangkatan tak lagi terlihat dikelas
Lalu mengapa kau lebih memilih diam melihat realitas kampus yang begitu miris

Dengarlah bahwa selama kau diam maka selama itu pula kita takkan besar
Malah akan semakin terkikis bagai barang bekas yang tak berkelas
Sadarilah kata mahasiswa yang sedang kau genggam bukanlah sekedar simbolis
Dalam kata itu terdapat perjuangan yang begitu besar dan keras
Dahulu penggenggam kata itu mencatat sejarahnya dengan ribuan tetes darah melawan para penindas

Kepada kawan mahasiswa sealmamater dan seuniversitas
Entah mahasiswa aktifis
Entah mahasiswa idealis
Entah mahasiswa sosialis
Entah mahasiswa organisatoris
Entah mahasiswa akademis
Entah mahasiswa agamis
Entah mahasiswa marjinalis
Entah mahasiswa hedonis
Entah mahasiswa narsis
Entah mahasiswa humoris
Entah mahasiswa apatis
Hingga mahasiswa misterius
Bersatulah agar unsulbar dalam khayal dapat hadir dalam realitas

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

FOTO : Satu Hari, Berjuta Cerita, Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Foto 1 : Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy