karakterunsulbar.com – Prestasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang berhasil meraih Juara Harapan 1 tingkat nasional pada Festival KeArsipan Bank Indonesia (FESARBI) 2026 mendapat apresiasi dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Fitriayu Mandasari, M.Si.
Tim mahasiswa Unsulbar yang terdiri atas Muhammad Zuhdi dari Program Studi Informatika Fakultas Teknik, Suci Aryanti Arif dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, dan Wahyu Hidayat dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, sukses membawa nama Unsulbar bersanding dengan sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.
Dalam kompetisi itu, Unsulbar berhasil meraih Juara Harapan 1, sementara Juara Harapan 2 ditempati Universitas Brawijaya dan Juara Harapan 3 diraih IPDN Sumbar. Adapun posisi Juara 1, 2, dan 3 masing-masing diraih Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada.

Dr. Ayu Mandasari kepada jurnalis karakterunsulbar.com, Vinolia, Minggu, 24/5/2026 menjelaskan, capaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Unsulbar memiliki banyak potensi besar, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa Unsulbar menembus enam besar finalis hingga meraih Juara Harapan 1 pada ajang nasional menunjukkan bahwa kualitas mahasiswa Unsulbar mampu bersaing dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia.
“Pada dasarnya di Unsulbar ini banyak potensi. Dosen-dosen dan mahasiswa kita banyak yang hebat dan berprestasi. Salah satunya mahasiswa kita yang berhasil masuk enam besar finalis Festival Kearsipan ini dan mampu bersanding dengan perguruan tinggi besar lain di Indonesia,” ujar Dr. Ayu.
Ia menegaskan, prestasi mahasiswa tidak boleh dipandang sebagai capaian individu atau unit tertentu semata, tetapi sebagai kebanggaan bersama seluruh civitas akademika Unsulbar. Karena itu, setiap prestasi yang diraih mahasiswa perlu diapresiasi secara kolektif.
“Harapan saya, tidak ada sekat dalam kolaborasi berprestasi dan apresiasi. Prestasi dari fakultas, program studi, atau unit kemahasiswaan tertentu tetap harus diapresiasi dan dirayakan oleh semuanya, karena tetap membawa satu panji, yaitu Unsulbar,” ungkapnya.
Talent Scouting
Lebih jauh, Dr. Ayu menilai bahwa capaian mahasiswa Unsulbar di tingkat nasional perlu menjadi momentum untuk memperkuat sistem pembinaan bakat dan prestasi mahasiswa secara lebih terstruktur. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah membangun sistem talent scouting di lingkungan kampus.
Talent scouting adalah proses proaktif untuk mengidentifikasi, mencari, dan menarik individu yang memiliki potensi, bakat, atau kualifikasi unggul di bidang tertentu.
Menurutnya, talent scouting tidak hanya menjadi tanggung jawab bidang kemahasiswaan, tetapi harus melibatkan kerja sama lintas bidang. Bidang akademik, misalnya, memiliki peran penting karena potensi mahasiswa sering kali dapat ditemukan melalui interaksi sederhana antara dosen dan mahasiswa di ruang kelas.
“Untuk membangun kolaborasi memang perlu dibuat suatu sistem talent scouting. Ini tidak hanya di bidang III, tetapi juga perlu bekerja sama dengan bidang I, karena talent scouting bisa berawal dari interaksi sederhana antara dosen dan mahasiswa di ruang kelas,” jelasnya.
Ia bahkan mendorong agar orientasi kurikulum ke depan dapat memberi ruang yang lebih kuat bagi pengembangan bakat dan prestasi mahasiswa. Dengan demikian, proses pembelajaran di kampus tidak hanya berorientasi pada capaian akademik formal, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan, membina, dan mengarahkan potensi mahasiswa menuju kompetisi nasional maupun internasional.
Dr. Ayu juga menekankan pentingnya dukungan bidang II, terutama dalam aspek pendanaan. Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti kompetisi di level nasional dan internasional membutuhkan dukungan kelembagaan yang kuat, mulai dari pembinaan, pendampingan, hingga pembiayaan.
“Dukungan dari bidang II juga sangat diperlukan, karena dukungan pendanaan universitas untuk kompetisi nasional dan internasional pasti sangat dibutuhkan. Semoga kita bisa merumuskan suatu kebijakan yang sinergis terkait hal ini,” tambahnya.

Pemantik Semangat
Adapun karya ilmiah yang mengantarkan mahasiswa Unsulbar meraih prestasi tersebut mengangkat tema “Arsitektur Hibrida IndoBERT dan Intelligent Decision Support System (IDSS) untuk Otomasi Klarifikasi dan Retensi Arsip Digital di Instansi Pemerintah.” Gagasan itu memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan sistem pendukung keputusan untuk menjawab tantangan pengelolaan arsip digital di era transformasi teknologi.
Dr. Ayu berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Unsulbar lainnya untuk berani tampil, berkompetisi, dan mengembangkan potensi diri. Ia juga menyebut bahwa kurikulum MAPIA pada dasarnya telah memiliki elemen pengembangan bakat dan prestasi mahasiswa, sehingga ke depan implementasinya perlu semakin diperkuat.
“Pada dasarnya kurikulum MAPIA sudah memiliki elemen pengembangan bakat dan prestasi mahasiswa. Semoga ke depannya semakin diperkuat implementasinya,” tuturnya.
Prestasi mahasiswa Unsulbar di FESARBI 2026 menjadi sinyal positif bahwa kampus ini memiliki modal akademik dan sumber daya mahasiswa yang kompetitif. Dengan penguatan kolaborasi, sistem pembinaan bakat, dukungan pendanaan, serta apresiasi yang merata, Unsulbar berpeluang semakin banyak melahirkan mahasiswa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (VIN/RD01)

