Konfrensi Internasional Unsulbar, Akademisi Peternakan dan Perikanan Lintas Negara Berkolaborasi

Konfrensi Internasional Unsulbar, Akademisi Peternakan dan Perikanan Lintas Negara Berkolaborasi

- in Berita, Kabar Kampus
288
0

Pakar dari Capiz State University, Filipina  Dr. Emely J. Escala  hadir di Unsulbar dalam acara Konfrensi Internasional. ( Foto : Facebook CAPSU Public Information Office )

karatkterunsulbar.com — Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar konfrensi internasional bidang peternakan dan perikanan.
Acara yang berlangsung di kampus Padha-Padhang, kelurahan Tande Timur itu menghadirkan narasumber pakar dari UGM dan Capiz State University, Filipina.
Sementara itu, puluhan peserta konfresi dosen dan peneliti berasal dari berbagai negara.

Konfrensi internasional Fapetkan Unsulbar itu bertajuk “1st International Animal Science and Fisheries Conference (IASFC)” mulai berlangsung Sabtu, 18/10/2025. Acara dibuka secara resmi Rektor Unsulbar, Prof Muhammad Abdy.
Tampak hadir juga pembukaan kegiatan, Dekan Fapetkan Unsulbar, Prof. St. Nurani serta para dosen,  tenaga kependidikan serta mahasiswa Fapetkan .

Dalam sambutannya, Dekan Prof St. Nurani menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memperluas dampak riset terhadap masyarakat.

“Melalui konferensi ini, kami ingin menjembatani hasil-hasil penelitian agar dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat, khususnya peternak dan pelaku usaha perikanan, dalam menghadapi tantangan lingkungan dan ketersediaan bahan baku lokal,” ujarnya.

Lebih jauh, seminar ini juga menekankan manfaat nyata dari penerapan indigenous technology atau teknologi berbasis kearifan lokal. Pendekatan ini diyakini mampu memberikan solusi praktis bagi masyarakat dalam pengelolaan peternakan dan perikanan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Pakar Luar Negeri

Panitia menjelaskan, “1st International Animal Science and Fisheries Conference (IASFC)” merupakan sebuah konferensi internasional bergengsi dengan tema “Integrated Indigenous Knowledge and Technology for Sustainable Animal Science and Fisheries Improvement.”

Acara menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., IPU, selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Dr. Emely J. Escala dari Capiz State University, Filipina.
Keduanya hadir langsung di aula kampus Padha-Padhang, Tande Timur.

Dalam pemaparannya, Prof. Budi Guntoro menekankan pentingnya sinergi antara teknologi modern dan pengetahuan lokal dalam mendukung sistem peternakan yang berkelanjutan serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Sementara itu, Dr. Escala berbagi wawasan mengenai penerapan teknologi pakan alternatif dan pemanfaatan bahan baku lokal untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor.

Dr. Emely J. Escala adalah seorang akademisi yang merupakan Dosen Senior dan Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan di Capiz State University, Filipina.

Scopus

Ketua Panitia Konfrensi Internasional, Ruth Dameria Haloho M.Si, partisipasi dosen, mahasiswa, peneliti, serta pelaku industri dari berbagai negara memperkaya diskusi dan membuka peluang kerja sama lintas bidang.

” Jumlah peserta mencapai 80 orang, mewakili beberapa universitas dan lembaga penelitian dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Filipina, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Timor Leste. Sebanyak 52 makalah akan diserahkan ke IOP terindeks Scopus Q3,” kata Ruth.

Ia menambahkan, topik-topik yang dibahas meliputi inovasi teknologi pakan, sistem akuakultur berkelanjutan, pengelolaan limbah ternak, dan pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Metode konfrensi dengan format hybrid — menggabungkan kehadiran langsung di kampus Universitas Sulawesi Barat dan partisipasi daring melalui platform digital.

Civitas akademika Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat berharap melalui penyelenggaraan IASFC 2025 ini, dapat memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dan teknologi berbasis kearifan lokal, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor peternakan dan perikanan di Indonesia. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pildek FKIP : 1 Kandidat Mundur, 2 Doktor Internal FKIP Maju ke Tahap Pemilihan

Sosialisasi Pemilihan Dekan FKIP melalui baligo di depan Rektorat