Alarm dari Laut Majene: Ikan Terbang Kian Menipis, Akademisi Unsulbar Desak Upaya Penyelamatan

Alarm dari Laut Majene: Ikan Terbang Kian Menipis, Akademisi Unsulbar Desak Upaya Penyelamatan

- in Berita
135
0

Illustrasi Ikan Terbang atau Bau Tui – Tuing. (dok )  

Karakterunsulbar.com — Ikan terbang selama ini menjadi kebanggaan sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Namun, peringatan serius baru saja ditiupkan dari ruang akademik.
Tim dosen dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengungkapkan bahwa populasi ikan yang bisa “terbang” ini sedang berada dalam kondisi kritis akibat eksploitasi berlebihan.

Peringatan terhadap kondisi perikanan Ikan Terbang Majene tersebut disampaikan tim dosen Perikanan Unsulbar
Seminar Nasional Ikan XIII dan Kongres Masyarakat Iktiologi VII yang digelar di Politeknik AUP Bogor pada 6 Juni 2026.
Tim Unsulbar itu terdiri atas : Dr. Tenriware, Dr. Muhammad Nur, dan Adiara Firdhita Alam Nasyrah.

Dalam Riset intensif judul “Keragaman Jenis dan Struktur Ukuran Ikan Terbang (Famili Exocoetidae) di Perairan Majene, Sulawesi Barat”, Dr. Tenriware dan timnya menunjukkan angka terjadinya penurunan tangkapan ikan terbang dari 11.980 ton, kemudian menurun 964 ton dan data di tahun 2025, angka tangkap susut hingga hanya 516 ton.

Dr. Tenriware di Seminar Nasional Ikan 2026. ( foto: Ist)

Di Mandar, Sulawesi Barat, Ikan terbang atau Torani akrab disebut sebagai ikan (bau,-) Tui-Tuing.
Salah satu daerah pusat pengolahan Bau Tui-Tuing itu di kecamatan Sendana, Majene.

Bagi masyarakat Majene, ikan terbang dan telurnya bukan sekadar lauk pauk biasa, melainkan komoditas bernilai tinggi dan sumber mata pencaharian utama.
Nilai ekonomi Telur ikan juga sangat tinggi karena besarnya permintaaan di pasaran global.

Tim Unsulbar menjelaskan aktivitas penangkapan di laut hingga proses pengolahan telurnya yang bernilai ekonomi tinggi, rantai bisnis ini menjadi tumpuan hidup banyak keluarga nelayan, sehingga untuk tetap menjadi usaha yang berkelanjutan, perlu upaya terus mendorong perikanan berkelanjutan.

” Perlu upaya bersama dalam berbagai pendekatan termasuk aspek sosial budaya terhadap perilaku penangkapan ikan terbang secara berlebihan, Telur dan Ikan Terbang itu merupakan masa depan perikanan di Sulawesi Barat, jangan sampai punah,” ungkap Dr. Tenriware yang juga wakil dekan I Fakultas Peternakan dan Perikanan.

Ia mengatakan populasi Ikan Terbang yang terus menurun ini juga mengancam fungsi ekologi ikan terbang dalam menjaga keseimbangan rantai makanan (tingkat trofik) di ekosistem laut.

Dalam upaya pelestarian ikan terbang (ikan torani) dan telurnya itu mencakup pembatasan waktu tangkap saat musim memijah (musim tertutup) untuk menjamin regenerasi, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan seperti “bale-bale” dan jaring insang hanyut, serta diversifikasi produk olahan bernilai ekonomi.

 Keragaman ‘Tuing-Tuing’ Majene

Riset intensif Unsulbar ini dilakukan sejak Oktober 2021 hingga April 2022 dengan mengambil sampel langsung dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan jaring insang hanyut di tempat pendaratan ikan Somba, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.

Sampel tersebut kemudian dibawa dan dianalisis secara mendalam di Laboratorium Terpadu Jurusan Perikanan Unsulbar.

Berdasarkan 697 sampel yang dianalisis dalam bahan presentasi, tim berhasil mengidentifikasi lima jenis ikan terbang yang hidup di perairan Majene: Hirundicthys oxycephalus (Nama lokal: Tuing-tuing): Merupakan jenis yang paling dominan ditemukan sebanyak 407 sampel dengan ukuran panjang rata-rata 192 mm.

” Melalui riset ini, Universitas Sulawesi Barat menunjukkan peran nyata akademisi dalam membaca persoalan laut secara lebih dekat, kami terus mendorong Perikanan Berkelanjutan,” kata anggota tim, Dr. Muhammad Nur.

Ia menjelaskan, Data dari riset mengenai keragaman jenis dan ukuran ikan ini bukan sekadar untuk konsumsi ruang akademik, melainkan panduan penting bagi nelayan, pemerintah daerah, dan pemangku kebijakan agar masyarakat Majene tetap bisa memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya laut. (rls)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Unsulbar Juara Tingkat Nasional, WR 3 Dr. Ayu Mandasari Dorong Talent Scouting

karakterunsulbar.com – Prestasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar)