Akreditasi Unggul 4 Prodi FIKES Unsulbar dan Efeknya bagi Kesehatan Sulbar

Akreditasi Unggul 4 Prodi FIKES Unsulbar dan Efeknya bagi Kesehatan Sulbar

- in Berita, Kabar Kampus
13
0

Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy (kanan) saat mengunjungi RSUD Wonomulyo, Polewali Mandar, Agustus 2023. ( Foto : Dok. Karakter )

karakterunsulbar.com – Civitas Akademika Unsulbar khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) masih diliputi suasana bahagia.
Raihan akreditasi Unggul untuk 4 program studi melahirkan asa.
Harapan bukan hanya bagi dunia akademik, namun lebih jauh, prestasi akreditasi itu diharap menjadi garansi lahirnya tenaga Kesehatan yang berkualitas di bumi Malaqbiq, Sulawesi Barat.

Pihak eksternal seperti Pemerintah Kabupaten Majene memberi apresiasi atas prestasi FIKES Unsulbar meraih akreditasi Unggul bagi 4 program studi.

Bagi masyarakat di Sulawesi Barat, prestasi Unggul itu merupakan kabar baik.
Harapan output dari sistem pendidikan yang “Unggul” adalah lahirnya tenaga kesehatan (nakes) yang cerdas secara teoritis dan matang secara psikomotorik.

Mahasiswa FIKES Unsulbar. (Foto : fikes.unsulbar.ac.id)

Menurut Wakil Bupati Majene, Dr. Andi Ritamariani, prestasi itu diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas SDM bidang Kesehatan khususnya Kabupaten Majene, Sulawesi Barat serta secara umum di Indonesia.

” Prestasi di FIKES Unsulbar itu kita harap dapat meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Wakil Bupati Andi Rita Mariani .

Sejumlah masalah bidang Kesehatan di Sulbar yang menjadi perhatian luas antara lain adalah Stunting. Di Sulawesi Barat prevalensi balita stunting masih tergolong tinggi, dengan angka yang sempat bertengger di kisaran 30,3% hingga 33,8%.

Sementara itu data mengenai fasilitas kesehatan, berdasarkan data BPS serta Kementerian Kesehatan, jumlah Rumah Sakit tercatat 15 unit, Pusksesmas sebanyak 98 unit.

Untuk jumlah Tenaga Medis, ketersediaan dokter di Sulbar tergolong sangat minim. Berdasarkan rilis data satu data Kemenkes, jumlah dokter di Sulawesi Barat baru berkisar 587 orang.

Sedangkan untuk tenaga penunjang, tantangannya ada pada pemerataan distribusi. Jumlah perawat di Sulbar, tercatat sekitar 3.869 orang, kemudian Bidan bererkisar antara 1.600 hingga 2.800 orang.

Tenaga Kesehatan Lain (Farmasi, Gizi, Sanitasi), jumlahnya juga masih terbatas. padahal peran mereka krusial untuk peningkatan kualitas kesehatan.

Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani Basharu. ( Foto : Ist)

” Dengan prestasi itu (unggul akreditasi,-), kita berharap dapat kemudian memperkuat kolaborasi Unsulbar dengan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk Bersama kita mengatasi masalah Kesehatan,” kata Wakil Bupati Andi Rita yang juga pernah menjadi kepala wilayah BKKBN di sejumlah provinsi di Indonesia.

Kolaborasi Kolektif

Dalam pengumuman yang dirilis awal Juni 2026, Empat Prodi FIKES Unsulbar yang meraih akreditasi Unggul hasil penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) itu masing – masing : Program Studi S1 Keperawatan, Profesi Ners, Sarjana Terapan Terapi Gigi, dan Diploma Tiga Farmasi.

Dosen dan Tendik FIKES Unsulbar saat proses Akreditasi. ( Foto; Ist)

Secara terpisah, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Dr. Laode Hidayat, M.Kes menceritakan kepada jurnalis karakterunsulbar.com, Vinolia, melalui sejumlah dokumentasi, gambar yang menunjukkan perjuangan keras dosen bersama tendik FIKES bahu membahu saat proses penilaian akreditasi terhadap 4 program studi (prodi).

Dalam salah satu gambar yang dibagikan Wadek Dr. Laode, terlihat para dosen, tendik berkumpul dalam ruangan, sebagian bahkan duduk melantai, bekerja menyiapkan dokumen.

” Capaian tersebut (4 prodi unggul,-) tentunya tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi antara semua pihak, mulai pimpinan fakultas, tim task force, gugus penjamin mutu, seluruh dosen, seluruh tendik, security hingga para stakeholder eksternal seperti rumah sakit, puskesmas, apotek, dan klinik sebagai lahan praktik mahasiswa” urai Wadek Dr. Laode.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan, bahwa tantangan terbesar sebuah institusi bukan sebatas saat menghadapi tim penilai atau asesor, melainkan bagaimana menanamkan standarisasi ke dalam roda aktivitas sehari-hari.

“Akreditasi adalah standar mutu suatu prodi, dengan terakreditasi Unggul, menjadi jaminan kualitas lulusan, dan hal tersebut akan mendukung peningkatan kualitas Nakes di Sulbar khususnya, di Indonesia pada umumnya,” tambah Wadek Dr. Laode.

Dalam perkembangan terakhir, 1 prodi lainnya juga telah menjalani penilaian, yakni Prodi DIV Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
FIKES Unsulbar optimis, prodi ini juga akan meraih hasil akreditasi Unggul. (VIN/RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Terapkan Jurus Internet ‘BAIK’ Biar Aman dari Jerat Siber !

Territorry Mobile Consumer Business Telkomsel, Mamuju – Majene,