Merajut Merah Putih dari Tanah Mandar: Mahasiswa ADik Selami Wawasan Kebangsaan di Unsulbar

Merajut Merah Putih dari Tanah Mandar: Mahasiswa ADik Selami Wawasan Kebangsaan di Unsulbar

- in Berita, Kabar Kampus
57
0

Akrab, Pelajar Majene bersama mahasiswa ADik Unsulbar usai penanaman mangrove di Mangrove Learning Center (MLC) Baluno, Sendana, Majene. ( foto: Ist)

Karakterunsulbar.com — Senyum semringah dan ekspresi ceria mewarnai wajah para mahasiswa peserta kegiatan Wawasaan Kebangsaan (Wasbang) ADik usai menanam bibit mangrove di Mangrove Learning Center (MLC) Baluno, Sendana, Majene.
Para peserta sebagian besar adalah mahasiswa Unsulbar Angkatan 2026 yang berasal dari berbagai daerah di Papua.

” Tentu senang, karena di sana (Baluno,-) kami bertemu dengan pelajar setempat. Mereka semua ramah. Kami punya teman baru di Mandar ini,” kata Jefry Hamsar Ufnia, mahasiswa asal Kaimana, Minggu, 1/11/2026.

Jefry bersama para peserta Wasbang ADik lainnya berbaur dengan warga setempat, umumnya pelajar melakukan aksi penanaman Mangrove.

” Banyak pengalaman yang seru dan menarik,”,  kata Jefry yang juga mahasiswa Ekonomi Akutansi Unsulbar.

Kisah menarik juga diceritakan Bernarda Degekoto, mahasiswi asal daerah Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Menurut mahasiswi Pendidikan Matematika, Unsulbar ini, berbagai kegiatan yang diikuti selama tiga hari, 29 – 31 Oktober 2026 merupakan pengalaman sangat berkesan.

” Salah satu kegiatan yang paling berkesan itu saat menjahit kain merah dan putih menjadi bendera, yang kemudian dilanjutkan dengan renungan, para peserta terharu,” kata Bernarda.

Ana demikian Ia akrab disapa mengatakan, materi – materi di kelas, kemudian games dan renungan hingga aksi peduli lingkungan, menanam mangrove, adalah rangkaian kegiatan yang memberikan banyak pengalaman berharga.

” Kami baru pertama kali datang ke Sulbar, nanti saat mahasiswa, kami akhirnya lebih mengenal, mereka semua baik, teman baru kami yang ramah,” katanya.

Beasiswa ADik

Ketua Panitia Wasbang ADik Unsulbar 2026, Muhammad Sajidin, M.Si mejelaskan, tim panitia mengemas agenda wawasan kebangsaan ini dengan metode yang jauh dari kesan kaku, memadukan sesi kelas dan materi games edukatif di lapangan.

” Pada sesi kelas mahasiswa mendapatkan penguatan nasionalisme melalui materi Empat Konsensus Dasar, Wawasan Nusantara, hingga Ketahanan Nasional di Era Geopolitik Global.Peserta juga kecerdasan literasi digital,” kata Sajidin yang juga dosen Prodi Hubungan Internasional Unsulbar.

Sejumlah pemateri hadir dalam kegiatan kelas, antara lain; Wakil Rektor 3 Unsulbar, Dr. Nur Fitriayu Mandasari yang menyampaikan materi Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, Ketua Tim Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dan Beasiswa ADik pada Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Riset dan Teknologi, Dr. Muni Ika dalam materinya di kelas mengingatkan mahasiswa Unsulbar penerima beasiswa ADik agar mampu mengelola dana bantuan yang diterima selama menjalani perkuliahan.

Pengenalan Budaya

Menariknya, simpul nasionalisme ini dipererat dengan pendekatan budaya lokal dan penekanan pada pentingnya merajut persaudaraan.

Di kampus Unsulbar, mahasiswa ADik tidak sekadar dituntut berprestasi secara akademik, tetapi didorong melebur dalam ekosistem sosial yang multikultural.

Melalui diskusi bertajuk “Internalisasi Nilai-nilai Kearifan Lokal dan Budaya Nusantara” bersama Dr. Farhanuddin, M.Si, mahasiswa yang mayoritas berasal dari Bumi Cenderawasih diajak mengenal lebih dekat budaya Mandar.

” Merajut persaudaraan di lingkungan kampus menjadi ikhtiar nyata merawat ke-Indonesia-an—, memastikan mahasiswa yang datang menuntut ilmu di Unsulbar merasa seperti di rumah sendiri di Mandar, Sulawesi Barat,” tambah Sajidin yang pernah menjadi pasukan Paskibraka tingkat provinsi Jawa Barat.

Dari ruang kelas di Majene hingga ke pesisir bakau Baluno, kegiatan Wawasan Kebangsaan ini membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan.

Di Tanah Mandar, tunas-tunas muda dari Papua ini tidak hanya sedang menuntut ilmu, tetapi juga sedang merajut tenun persaudaraan yang kuat dan utuh. (RD01)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Cangkang Kemiri Jadi “Emas Hitam”: Sinergi UNM dan Unsulbar Bangkitkan Ekonomi Pesisir Majene

Dosen Unsulbar, Dr. Rahmania ( kanan) menjelaskan hasil