Karakterunsulbar.com – Pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel masih terus mengundang gelombang protes di berbagai belahan dunia.
Puluhan warga sipil Palestina gugur dalam rangkaian protes atas keputusan AS tersebut.
Terkait dengan keputusan presiden AS, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, mahasiswa Unsulbar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bidikmisi (IMBISI) menggelar dialog akhir tahun, bertema ” Amerika Menodai Umat Muslim..?”, Sabtu (30/12) di aula Tasha Centre.
Pemateri dialog, Zainuddin Losi, S.IP, M.Litt memaparkan, konflik di Timur Tengah berakar dari gerakan zionisme yang mengeksplotasi agama Yahudi untuk mendirikan negara sendiri dengan mengusir, menjajah penduduk yang sudah bermukim sebelumnya di Timur Tengah.
” Gaya kepemimpinan Trump juga kasar, frontal dan konfrontatif seingga memperparah konflik disana (Timur Tengah,-), ” kata Zainuddin dihadapan mahasiswa peserta dialog.
Menurut dosen Ilmu Politik Unsulbar tersebut, untuk terwujudnya perdamaian di Timur Tengah adalah dengan cara, Israel mengembalikan wilayah – wilayah yang direbut dari Palestina.
Kegiatan IMBISI
Sementara itu, ketua IMBISI Unsulbar, Harbianto menjelaskan, dialog akhir tahun merupakan salah satu program kerja organisasi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi tersebut .
Menurutnya tema tentang konflik Timur Tengah dipilih sebagai upaya mengkaji lebih jauh dari berbagai aspek tentang akar konflik di daerah tersebut.
” Mahasiswa penting memiliki wawasan yang luas termasuk tentang akar konflik di wilayah Palestina, lebih spesifik kita mengkaji soal klaim sepihak AS terhadap kota Yerusalem,” kata Harbi, sapaan akrabnya. (RD01)

