KAJIAN KONTEMPORER digelar LDK Al – Qalam Unsulbar dan FOMIS F-MIPA Unsulbar, Sabtu (30/12) di masjid Nurul Qur’an Lembang. ( Foto : FB LDK Al Qalam )
Penulis : Sukmawati ( Pendidikan Bahasa Inggris 2016)
karakterunsulbar.com – Dalam beberapa jam kedepan, pergantian tahun akan kembali terjadi.
Sejumlah pihak sudah menyiapkan kegiatan untuk merayakan datangnya tahun baru tersebut.
Terkait dengan penyambutan tahun baru 2018 masehi itu, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Qalam Unsulbar dan Forum Mahasiswa Islam Passiluluareang (FOMIS) mengeluarkan seruan khususnya kepada mahasiswa, bahwa dalam menyambut pergantian tahun diisi dengan hal – hal yang positif dan menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat.

” Kebiasaan menyambut tahun baru dengan kegiatan kurang baik, diganti dengan hal yang positif, seperti berdzikir, berdoa dan bersilaturahmi menemui orang tua,” kata Pembina LDK Al Qalam Unsulbar, Udstadz Umar Sahaf, M.Pd, Ahad (31/12).
Melalui pesan Whatsapp, Umar yang juga dosen Pendidikan Bahasa Inggris Unsulbar menyerukan, agar umat Islam dalam menyikapi pergantian tahun tidak meledakkan petasan yang dapat mengganggu orang lain.
Ia juga meminta agar tidak perlu menunggu pukul 00 : 00 tengah lama karena akan menyulitkan bangun untuk shalat Subuh.
” Bagi yang tidak sempat pulang kampung, silaturahmi dengan orang tua bisa dengan menghubungi lewat telepon dan mengirim doa,” tambah Umar.
Kajian Kontemporer
Terkait dengan seruan menghindari kegiatan negatif menyambut pergantian tahun, Sabtu (30/12), FOMIS F-MIPA Unsulbar dan LDK-Alqalam Universitas Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan “KAJIAN KONTEMPORER” bertema “Potret Pemuda di Akhir Tahun 2017”.
Panitia menghadirkan tiga pemateri yang membahas bagaimana menyikapi perayaan tahun baru. Para pemateri tersebut masing – masing : Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy, Ustad Umar Masyude, S.Pd.I( Ketua DPD Wahdah Islamiyah kab. Majene ) dan Udstadz Ali (lulusan STIBA).
Dihadapan ratusan peserta kajian yang berlangsung di Masjid Nurul Qur’an Lembang, kecamatan Banggae Timur, para pemateri semuanya menyampaikan harapan, agar generasi muda menghindari kegiatan negatif dalam menyambut pergantian tahun.

Panitia Kajian Kontemporer, Rismawati (Pendidikan Biologi 2015) menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk untuk menanamkan dalam diri para pemuda, pemudi ( Ikhwan – Akhwat) lebih mengetahui bagaimana pandangan Islam terkait tahun baru.
” Semoga dengan adanya kegiatan ini, kami bisa memberikan pencerahan tentang hal tersebut,” kata Risnawati.
Salah seorang peserta kajian, Nurhikmah (Teknik Informatika 2016) mengungkapkan, kegiatan kajian seperti itu sangat menarik dan bermanfaat. Menurutnya, selain pemateri yang tampil dengan penjelasan yang menarik, acara juga sangat bermanfaat karena memberi pemahaman secara ilmiah bagaimana menyikapi momentum pergantian tahun masehi.

” Kajian kontemporer seperti ini sangat menarik karena dapat menambah pengetahuan, tentang bagaimana kita seorang muslim menyikapi akhir tahun dengan mengisi hal-hal yang positif seperti mengikuti kajian tanpa harus berpoya-boya,” kata Nurhikmah. (RD01)

