Karakterunsulbar.com – Rektor terpilih Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2018 – 2022 Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA resmi dilantik di kampus Unhas Makassar, Jumat (27/04).
Civitas akademika Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) disamping memberi ucapan selamat, juga menaruh harapan tersendiri terhadap rektor Dwia.
Rektor Unsulbar, Dr. Akhsan Djalaluddin yang ikut hadir pada pelantikan tersebut menyampaikan sejumlah harapan pada rektor Dwia di periode kedua kepemimpinannya.
“Kita berharap Unhas terus memberi dukungan untuk pengembangan Unsulbar khususnya dalam dukungan peminjaman tenaga dosen senior Unhas,” kata Rektor Akhsan melalui pesan WhatsApp.
Unsulbar yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri baru (PTNB) selama ini telah mendapat sokongan dari Unhas. Sebagian besar unsur pimpinan di Unsulbar saat ini adalah dosen yang diperbantukan dari Unhas.

Selain rektor, tenaga dari Unhas lainnya antara lain; dua wakil rektor, dekan fakultas Teknik serta kepala biro Akademik dan Kemahasiswaan.
Ketua Majelis Wali Amanat (WMA) Unhas, Prof. Dr. Basri Hasanuddin juga merupakan pembina Unsulbar sejak masih berstatus sebagai perguruan tinggi swasta.
” Semoga Unhas akan semakin maju kedepan menjadi World Class University,” tambah Rektor Akhsan yang juga dosen Fakultas Pertanian Unhas.
Jalanya Pelantikan
Sementara itu, pelantikan rektor Prof. Dwia Jumat siang (27/04) jam 14:00 wita berlangsung dalam rapat terbuka luar biasa Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.
Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman dalam siaran persnya menjelaskan, acara pelantikan ini dibuka secara resmi oleh Ketua MWA Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA yang didamping oleh sejumlah anggota MWA lainnya. Hadir sebagai anggota MWA antara lain Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D, penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Dr. Soni Sumarsono, M.DM, dan lainnya.
Di jajaran tamu undangan, tampak hadir Gubernur Sulawesi Barat, Wakil Gubernur Gorontalo, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, Panglima Komando Operasi AU (Pangkoopsau) Wilayah Sulawesi, beberapa Bupati, dan beberapa Rektor.
“Pada hari ini, Jumat tanggal 27 April 2018, saya Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin dengan ini secara resmi melantik saudari Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA sebagai Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2018-2022. Saya percaya bahwa saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-sebaiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah Subhanallahu Ta’ala Tuhan Yang Maha Esa bersama kita,” lantik Profesor Basri Hasanuddin.

Usai pelantikan tersebut, Ketua MWA mengambil sumpah jabatan rektor yang didampingi oleh seorang Rohaniawan untuk mengangkat kitab suci Al Quran sebagai saksi pengambilan sumpah tersebut. Prosesi ini berlangsung hikmat. Ratusan hadirin yang memenuhi kursi baruga tampak serius menyaksikannya.
Prof. Dr. Basri Hasanuddin yang juga putra daerah Mandar menambahkan, acara pelantikan Rektor ini adalah sesuatu yang istimewa.
Pertama karena Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu merupakan Rektor pertama yang akan menakhodai empat tahun dalam status Unhas sebagai PTNBH.
Keistimewaan kedua, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan rektor di Unhas telah dipilih secara musyawarah mufakat atau aklamasi pada rapat paripurna MWA.
Ketiga, Prof Basri Hasanuddin selaku ketua MWA merasa sangat istimewa dan terhormat karena sebagai Rektor kesembilan Unhas telah ditakdirkan untuk melantik dan mengambil sumpah Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai Rektor Unhas ke-12.

Tantangan Unhas Kedepan
Dalam acara pelantikan ini, sebagaiman dilaporkan Humas Unhas, Hidayat Doe, Menristek Dikti Mohammad Nasir menyatakan dalam pidatonya, tanggung jawab seorang rektor di era disrupsi teknologi informasi saat ini makin berat. Dia mengatakan seorang rektor harus melakukan inovasi-inovasi dan perubahan dalam mengarungi persaingan sekarang.
Unhas sebagai universitas yang bercita-cita menjadi world class university, menurut Menristek Dikti, memiliki sejumlah tantangan, di antaranya Unhas harus meningkatkan publikasi internasional dan sitasi dimana publikasinya dapat dijadikan referensi internasional.

“Dari 4579 perguruan tinggi, hanya ada tiga (UI, UGM, ITB) yang bisa masuk di kelas dunia, masuk 500 besar, yang lainnya masih di bawah 500 besar dunia. Saya sangat berharap Universitas Hasanuddin adalah pintu gerbang di Indonesia Timur yang akan memelopori menjadi universitas di kelas dunia di masa depan,” ungkap Mohammad Nasir.
Acara pelantikan Rektor Unhas berakhir dengan sesi ucapan selamat dan jabat tangan para tamu undangan kepada Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai Rektor Unhas periode 2018-2022. (RD01)


