Terumbu Karang Majene Kritis, Pemulihan Wajib Segera Dilakukan

Terumbu Karang Majene Kritis, Pemulihan Wajib Segera Dilakukan

- in Berita
1696
0
 Oleh : Muhammad Syukri, S.Kel., M.Si (Dosen Prodi Budidaya Perairan Unsulbar)
Oleh : Muhammad Syukri, S.Kel, M.Si (Dosen Prodi Budidaya Perairan Unsulbar)
Terumbu karang Indonesia merupakan salah satu pusat biodiversiti laut yang ada di dunia. Indonesia memiliki± 17,502 pulau-pulau dengan jenis karang terkaya di dunia sekitar 450 spesies. Ini adalah salah satu dari aset terbesar Indonesia. Terumbu karang membentang sepanjang 85.700 km2 atau 14 % dari pada kekayaan terumbu karang dunia. Namun ironinya, menurut mantan menteri kelautan dan perikanan Rokhimin Dahuri bahwa hanya 6 % dari karang tersebut yang masih sehat.
 
Terumbu karang Indonesia telah mengalami kerusakan yang sangat tinggi, Kerusakan karang ini lebih disebabkan oleh aktivitas manusia, penurunan kualitas air dan faktor-faktor alam lain misalnya pemanasan global, blooming Acanthaster dan faktor-faktor pembatas lain. 
 
Kerusakan ini mengakibatkan fungsi dari terumbu karang ini menjadi berkurang, misalnya terumbu  karang tidak lagi berfungsi sebagai penyedia pangan (perikanan lepas pantai dan perikanan perairan karang), pelindung pantai sebagai pemecah ombak, melindungi pantai dari sapuan badai, tempat berpijah (spawning ground), tumbuh kembang biota (nursery ground), mencari makan (feeding ground) dari berbagai biota laut, gudang keanekaragaman hayati dan tempat tinggal beranekaragam kehidupan, sebagai pencatat iklim atau gejala masa lalu, serta sumber penghasil berbagai macam bahan makanan dan bahan baku obat-obatan. Degradasi terumbu karang ini mengakibatkan ini tentunya bisa mengakibatkan kerugian baik secara ekonomi, ekologi,bahkan budaya dan estetika.
 
Sejak jaman dulu kala manusia sudah memanfaatkan laut sebagai sumber dan media penghidupan, namun akhir-akhir ini sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk yang diiringi dengan meningkatnya kebutuhan, maka kelestarian sumberdaya laut semakin terancam. Laut telah dijadikan sebagai tempat sampah raksasa, perusakan terumbu karang akibat alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,yang sebagian besar merupakan dampak dari kekejaman manusia terhadap alam.
 
Kritis 
 
Ekosistem terumbu karang di Kabupaten Majene tersebar di beberapa kecamatan dimulai dari Kecamatan Banggae Timur, Banggae, Pamboang, Sendana dan Malunda. Umumnya tipe terumbu karang di Kab. Majene adalah tipe terumbu karang tepi (fringing reef). kondisi terumbu di Kab. Majene menurut Riset Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Majene pada tahun 2014 mengindikasikan bahwa terumbu karang yang berada di sepanjang pesisir Kab. Majene sudah tergolong kritis dan berada dalam kisaran persentase penutupan karang antara 20 – 38 % bahkan di salah satu daerah di Kecamatan sendana yaitu Desa Parrassangang kondisi terumbu karangnya sudah tergolong rusak berat dengan persentase penutupan karang hidupnya hanya sekitar 10 %.
 
Berdasarkan data dari beberapa LSM pemerhati lingkungan di Kabupaten Majene menunjukkan bahwa maraknya aktifitas penangkapan ikan tidak ramah lingkungan (PITRAL) seperti pemboman, pembiusan, penggunaan bubu tindis dan pukat harimau, yang dilakukan oleh para nelayan baik nelayan lokal maupun nelayan pendatang, dimana profesi nelayan itu sendiri merupakan mata pencaharian yang paling banyak digeluti oleh sebagian besar masyarakat pesisir, mengakibatkan kondisi terumbu karang di beberapa kecamatan di Kabupaten Majene berada dalam kondisi kritis. 
 
Melihat begitu pentingnya ekosistem terumbu karang dalam menyokong sumberdaya perikanan dan kelautan serta kondisi terumbu karang yang cukup memprihatinkan di Kabupaten Majene sehingga dirasa perlu suatu bentuk kegiatan penyelamatan ekosistem terumbu karang yang tujuan utamanya difokuskan dalam rangka menunjang pembangunan berkelanjutan (sustainable development) demi terwujudnya pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu.
 
Pemulihan 
 
Hal ini tentunya mendorong kami sebagai tenaga pendidik yang berkecimpung dalam bidang perikanan khusunya di Universitas Sulawesi Barat untuk segera melakukan gebrakan / kegiatan yang bernuansa pemulihan ekosistem terumbu karang berupapencangkokan induk karang atau yang lebih dikenal dengan istilah Transplantasi Karang dalam rangka memulihkan kondisi ekosistem terumbu karang khususnya di kawasan pesisir Kabupaten Majene. 
 
Salah satu kegiatan yang baru kami lakukan bersama dosen dan mahasiswa Fakultas Peternakan dan Perikanan Prodi Budidaya Perairan adalah melakukan kegiatan Transplantasi Karang dengan menggunakan meja transplant, yang merupakan salah satu metode dalam upaya memulihkan ekosistem terumbu karang. Pesan moril yang dapat kami sampaikan semoga kegiatan-kegiatan seperti ini mampu mengilhami seluruh civitas akademika Universitas Sulawesi Barat terkhusus Prodi Budidaya Perairan dalam upaya merehabilitasi ekosistem terumbu karang demi terwujudnya pembangunan berkepanjangan yang mengedepankan kelestarian lingkungan bukan pada kepentingan ekonomi semata. (fh)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Alarm dari Laut Majene: Ikan Terbang Kian Menipis, Akademisi Unsulbar Desak Upaya Penyelamatan

Illustrasi Ikan Terbang atau Bau Tui – Tuing.