Rektor Ideal Menurut Dr. Zulfajri

Rektor Ideal Menurut Dr. Zulfajri

- in Berita
3044
0

Foto : Dekan Fakultas Teknik Unsulbar, Dr. Zulfajri Basri Hasanuddin (kanan). (Foto ist)

Wawancara exklusif dengan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Zulfajri Basri Hasanuddin, Senin 16 Juli 2018.

karakterunsulbar.com – Pemimpin merupakan penentu utama dalam suatu instansi pemerintahan ataupun swasta, termasuk juga lembaga dan organisasi. Kualitas jalannya sistem dan kebijakan sangat dipengaruhi oleh pemimpin itu sendiri. Karena itulah, untuk menjadi seorang pemimpin harus mempunyai integritas tinggi serta mempunyai perencanaan yang matang.

Sikap dan integritas yang tinggi menjadi penentu ideal tidaknya seorang pemimpin.

Utamanya bagi Perguruan Tinggi, Dekan Fakultas Teknik Unsulbar, Dr. Zulfajri Basri Hasanuddin angkat bicara tentang sosok pemimpin ideal khususnya dalam lingkup Perguruan Tinggi.

Menurutnya, hal pertama yang harus dimiliki seorang pemimpin yakni memiliki mindset kepemimpinan menjalankan tugas dengan benar dan penuh rasa tanggung jawab.

“Menjalankan kepemimpinan dengan semangat good governance yaitu transparansi, akuntabel dan partisipatif,” kata Zulfajri

Selain semangat good governance yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, Zulfajri juga mengatakan, seorang pemimpin universitas harus punya strategi pengelolaan jangka panjang untuk pembangunan universitas, baik dari segi infrastruktur kampus, Sumber Daya Manusia (SDM), maupun hal lain yang mendukung kemajuan kampus itu sendiri.

Utamanya dari segi infrastruktur, menurut Zulfajri, pemimpin universitas harus mengetahui sumber – sumber pendanaan yang dapat mendukung serta membantu jalannya pembangunan infrastruktur di kampus.

“Sebenarnya banyak sumber pendanaan yang bisa digali baik itu yang sifatnya dana rutin dari ristekdikti, sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dana dari CSR beberapa perusahaan maupun industri, bisa juga approach sumber pendanaan dari luar negeri, seperti misalnya JICA Jepang, Australia, Jerman, Timur Tengah dan yang tidak kalah penting yakni bagaimana mendekati pemerintah daerah baik kabupaten maupun propinsi agar dapat dianggarkan di APBD dan juga pemerintah pusat sehingga dapat dianggarkan di APBN,” terangnya

Ia mengatakan, untuk mendapatkan anggaran dari sumber yang disebutkan diatas, pemimpin universitas dalam hal ini juga disebut “Rektor” harus punya kemampuan berdiplomasi tinggi agar bisa mendapatkan anggaran dari si pendonor.

“Pemimpin harus punya kemampuan berdiplomasi menghadapi pendonor dan juga meyakinkan pendonor dengan syarat harus ada trust (kepercayaan, red) dan jaminan untuk tidak menyalahgunakan anggaran yang sudah diberikan, jadi apabila di Unsulbar sudah membuat grand design kampus dan rencana strategis yang terukur, maka itu bisa dipresentasikan kepada pihak donator,” jelasnya

Zulfajri juga menerangkan, sarana dan prasarana termasuk gedung kuliah, kantor, laboratorium, lapangan olah raga, learning environment dalam kampus, taman-taman, fasilitas wifi, dan lain-lain, merupakan hal yang tidak bisa ditawar dan harus ada karena ini menjadi nilai jual bagi suatu perguruan tinggi utamanya kepada calon-calon mahasiswa. Kampus hendaknya mempersiapkan semua infrastruktur yang menjamin proses bisnis akademik agar berjalan dengan baik, lancar dan kondusif.

Selain itu, menurut Zulfajri, manajemen pengelolaan keuangan harus baik, transparan dan akuntabel.

“Ini yang belum terlihat di unsulbar, tidak boleh lagi hal seperti ini terjadi kedepan, kasihan anak-anakku mahasiswa yang sudah menaruh harapan berkuliah di unsulbar, hingga detik ini belum merasakan sebagian hal tersebut,” tuturnya

Ia berharap, kondisi nyata Unsulbar saat ini tidak berlarut karena para pejuang pendiri Unsulbar tentu tidak ingin melihat kondisi Unsulbar yang terus menerus tumbuh dengan catatan kelamnya saat ini. (RD03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Dosen Unsulbar Menuju Guru Besar, Tim PAK Siap Beri Dukungan

Ketua Tim PAK Unsulbar, Dr. Muhammad Aswad, S.Pd.I,