Dosen dan Staf Unsulbar Kembali Segel Kampus

Dosen dan Staf Unsulbar Kembali Segel Kampus

- in Kabar Kampus
3281
0

 

karakterunsulbar.com – Aksi penyegelan kampus Unsulbar kembali dilakukan, akibatnya aktivitas akademik khususnya di rektorat sejak Senin (4/2) lumpuh.

Keterangan yang dihimpun, penyegelan dilakukan oleh Ikatan Pegawai Sumber Daya Manusia (SDM) non PNS Unsulbar.

Aliansi yang terdiri dosen, pegawai non PNS serta mahasiswa, menuntut kejelasan status pegawai non PNS, kenaikan gaji pegawai non PNS, pengembalian PNS pindahan kembali ke homebasenya serta percepatan pembangunan kampus.

Mereka menilai, penyegelan dilakukan lantaran pihak kampus, pemerintah daerah dan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tidak peduli terhadap pegawai non PNS serta pembangunan infrastruktur Unsulbar.

“Penyegelan dilakukan karena kami menilai pihak kampus, Pemda, Kemenristekdikti tidak peduli kepada pegawai non PNS dan pembangunan kampus,” kata umar, juga koordinator Aliansi.

Lanjut Umar, aksi kali ini merupakan lanjutan dari aksi mogok kerja yang dilakukan dosen dan pegawai Unsulbar non PNS. Umar mengaku, kampus menjanjikan akan ada penyesuaian gaji tapi sampai ini belum juga direalisasikan.

Sementara itu terkait dengan pembangunan infrastruktur Unsulbar, mereka menilai pihak kampus, Pemda dan Kemenristekdikti tidak serius dalam pembangunan Unsulbar.

“Kurang lebih 6 tahun Unsulbar negeri pembangunan infrastruktur jalan ditempat,” terang Umar.

Kendati demikian, Umar berharap pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) tetap dapat dilakukan oleh mahasiswa di rumah dosen atau di tempat lain.

Salah seorang pegawai non PNS Unsulbar, Hariman S.Ip membeberkan, gaji pegawai Unsulbar non PNS mulai dari 500 Ribu, 1,2 juta dan 1.5 juta. Menurut Hariman, gaji tersebut tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR).

“Jika sampai pada Rabu (6/1), tidak menemui titik terang, aliansi akan melakukan penyegelan semua Fakultas,” tegas Hariman

Wakil Rektor II

Dikonfirmasi kepada Wakil Rektor II, Dr. Anwar Sulili, kepada karakter ia menjelaskan untuk staf, dosen dan tenaga pendidik Non PNS, secara bertahap akan dijadikan ASN entah itu PNS atau P3K.

“Tahap 1 Januari-Maret 2019 akan diseleksi untuk dosen dan tahap 2 April 2019 untuk tenaga kependidikan,” tulis Anwar Sulili kepada karakter valia pesan Whatsapp .

Mengenai tuntutan kenaikan gaji, ia pun mengaku masih dalam proses pengkajian serta menunggu tambahan alokasi dana dari kementerian.

“Sedang kami kaji, menunggu tambahan alokasi dana dari kementerian,” jelasnya

Anwar Sulili menambahkan, terkait sarana dan prasarana bertahap juga akan terpenuhi. Unsulbar telah dijanjikan kemenristekdikti 78,8 M, untuk penyelesaikan dua gedung kuliah mangkrak status Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), sedangkan ruang perkuliahan yang dibangun 2018 bantuan dari Pemprov Sulbar juga akan segera rampung dan dapat difungsikan.

“Kita dijanjikan Kemenristekdikti 78.8 M untuk penyelesaian gedung kuliah status KDP,” tambahnya

Anwar mengaku, hingga saat ini kampus telah berusaha mendapatkan bantuan dana laboratorium sebesar 80 M untuk membangun gedung, peralatan Laboratorium dan meubilernya. (RD03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Dosen Unsulbar Menuju Guru Besar, Tim PAK Siap Beri Dukungan

Ketua Tim PAK Unsulbar, Dr. Muhammad Aswad, S.Pd.I,