Karakterunsulbar.com- Direktoral Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membawakan kuliah umum terkait Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi), Sabtu (14/09/2019).
Kepala Subdirektorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Dirjen Belmawa, Ismet Yus Putra, sebagai pemateri menyebutkan bahwa mahasiswa Bidikmisi merupakan investasi pemerintah dibidang pendidikan. Seperti halnya investasi jalan tol, 10 tahun yang akan datang akan kembali modal, begitu pun Bidikmisi.
“Investasi pemerintah akan kembali dengan pengabdian mahasiswa untuk pemerintah,” lanjutnya.
Sehingga, program bidikmisi haruslah tepat sasaran untuk memastikan mahasiswa lulus dengan progresif yang baik.
Kepala Subdirektorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Dirjen Belmawa, Ismet Yus Putra
Ini merupakan tujuan dari Bidikmisi yang dipaparkan oleh pemateri, diantaranya meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi namun memilki prestasi akademik yang baik. Meningkatkan prestasi mahasiswa baik pada bidang kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
Serta, menjamin keberlangsungan studi mahasiswa dengan tepat waktu, dan melahirkan lulusan yang mandiri, produktif, dan memiliki kepedulian sosial sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Dilihat dari data rataan Indeks Prestasi Komulatif (IPK), penerima Bidikmisi tiap tahunnya meningkat sejak 2010 sampai 2017.

2010 sampai 2012, rataan IPK mahasiswa Bidikmisi sebesar 3.21, meski pada tahun selanjutnya (2013) menurun hingga 3.11. Di tahun 2014, rataan tersebut meningkat hingga 3.18, selanjutnya meningkat hingga 3.25 di tahun 2015 dan 2016, dan terakhir 3.26 di tahun 2017.

Ristekdikti mencatat, 67 persen alumni mahasiswa Bidikmisi memiliki pekerjaan, sedangkan 9 persen melanjutkan studi, 17 persen mengurus rumah tangga, dan 7 persen mencari pekerjaan.

