KIP Kuliah Tahap Dua Dibagikan Akhir Maret

KIP Kuliah Tahap Dua Dibagikan Akhir Maret

- in Kabar Kampus
3775
0
KIP Kuliah

Foto : RM Dana BRI (Indra Syarif) bersama mahasiswa

Karakterunsulbar.com – Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahap dua Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) akan dilakukan akhir Maret atau awal April 2021.

Hal tersebut disampaikan Relationship Manager (RM) Dana, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Majene, Indra Syarif bahwa pembagian KIP Kuliah tahap dua akan dilakukan akhir Maret atau awal April nanti.

“Sebelumnya kami telah membagi 800 rekening dan kartunya, sisa seribuan yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan,” jelas Indra, Senin (8/3/2021)

Lanjut Indra menjelaskan, untuk buku rekening penerima KIP Kuliah, semuanya telah dicetak. Dan saat ini sedang dalam proses pencocokan data penerima dan pembuatan KIP Kuliah yang kartunya baru tiba dari pusat.

Jika semuanya telah selesai dikerjakan, BRI Majene akan langsung menyerahkan ke pihak Unsulbar untuk langsung dibagikan.

“Sementara proses, kami sampai malam kerja,” lanjutnya.

Secara terpisah, Operator KIP Kuliah Unsulbar Muhammad Dzul Ihsan menjelaskan, terkait data penerima KIP Kuliah di Kampus sudah tidak ada masalah. Tinggal menunggu pencetakan buku rekening dan kartu dari pihak bank.

“Dalam proses pengerjaan di BRI, kalau sudah selesai langsung kami bagikan,” tutur Ihsan, Senin (8/3).

Tersisa 1024 buku rekening serta kartu yang saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh pihak BRI Cabang Majene dari total penerima KIP Kuliah Unsulbar 1.824 mahasiswa.

Selain bantuan biaya hidup, dalam rekening juga terdapat uang pengganti pembayaran UKT semester sebelumnya oleh mahasiswa yang tercatat sebagai penerima KIP Kuliah.

Tanggapan Mahasiswa

Mengetahui pembagian KIP Kuliah akan dilakukan akhir Maret atau awal April 2021, sejumlah mahasiswa memberikan tanggapan.

Salah satunya Wulandari (Manajemen, 2020), mahasiswi asal Kabupaten Mamasa yang datang ke Majene karena memperoleh informasi KIP Kuliah akan dibagikan.

Ia berharap, agar pembagian KIP Kuliah untuk tahap selanjutnya bisa dipercepat. Mengingat ia datang ke Majene dengan menempuh perjalanan sekitar tujuh jam dengan biaya transportasi pas-pasan.

“Kami sudah sangat lama di Majene dan uang yang kami bawa pas-pasan, sekarang kami krisis di Majene belum biaya tempat tinggal, makanan, kendaraan dan masi banyak lagi pengeluaran,” jelas Wulandari, Senin (7/3).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pildek FKIP : 1 Kandidat Mundur, 2 Doktor Internal FKIP Maju ke Tahap Pemilihan

Sosialisasi Pemilihan Dekan FKIP melalui baligo di depan Rektorat