Unsulbar kembali menggelar Upacara bendera bulanan dalam rangka hari Kesadaran Nasional.
Ada yang berbeda upacara bulan September ini dibanding upacara serupa sebelumnya, kali ini semua pengerek bendera adalah perempuan.
petugas upacara lainnya juga mayoritas perempuan.
Kendati minim kehadiran peserta, namun secara umum upacara berlangsung lancar dan tertib.
Tiga perempuan pengerek bendera yang bertugas di upacara Hari Kesadaran Nasional, Senin (19/09) masing – masing Dewi Sartika ( Dosen FMIPA ), Siti Umrah dan Diyan, keduanya staf Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan.
Penugasan ketiganya sebagai pengerek bendera juga terbilang mendadak, Tiga perempuan itu baru ditunjuk saat berada di lapangan upacara halaman rektorat Unsulbar.
Kendati secara tiba – tiba ditunjuk, namun saat bertugas, ketiga perempuan itu mampu menjalankan tugas dengan baik.
” Memang tidak sempat latihan secara khusus untuk upacara pagi ini, tapi pendidikan dan latihan ( Diklat ) Tiga pekan menjadi bekal penting sebagai petugas upacara,” kata Siti Umrah.
Dewi, Umrah serta Diyan merupakan Tiga dari total 33 dosen dan staf CPNS Unsulbar yang baru saja mengikuti Diklat Prajabatan golongan Tiga tahap awal di Badan Diklat Sulut, kabupaten Minahasa Utara.
Selain trio Dewi, Umrah dan Diyan, petugas upacara lainnya juga merupakan perempuan antara lain pembaca teks UUD’45 Lilis Ambarwati, Nurlela sebagai pembaca susunan acara serta Nurdestri Ayu sebagai dirigen.
Sementara itu, pembina upacara, Prof. Dr. Mir Alam yang juga dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan mengungkapkan bahwa para dosen dan staf CPNS yang masih menjalani Diklat tahap awal harus mampu mengaktualisasikan nilai dasar ANEKA ( Akuntanbilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu serta Anti Korupsi ).
Mengenai pelaksanaan upacara Prof Mir meminta agar kualitas upacara kedepan lebih ditingkatkan, salah satunya dari jumlah peserta upacara, pada upacara kali ini, peserta berkisar hanya 80 orang terdiri atas ketua LPPM, Dosen, pejabat struktural, staf PNS/ CPNS dan non CPNS.
” Di upacara kita harus tunjukkan ke masyarakat bahwa kita bisa bersatu,” kata Prof Mir. (RD01)

