Jalan sehat Dies Natalis Unsulbar berlangsung semarak, diperkirakan lebih 10 ribu orang hadir dalam jalan sehat tersebut, Ahad (27/11).
Puluhan hadiah menarik disiapkan panitia, selain paket umrah, peserta juga memperebutkan hadiah lainnya seperti sepeda motor, sepeda serta alat elektronik rumah tangga.
Salah satu pemenanang hadiah umrah adalah seorang anak tukang becak dari Tinambung, Polewali Mandar.
Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh (AAS) didampingi rektor Unsulbar Dr. Akhsan Djalaluddin dan pendiri Unsulbar Prof. Basri Hasanuddin melepas secara resmi peserta jalan sehat dari depan Boyang Assamalewuang.
Jalan sehat berakhir di halaman rektorat Unsulbar, Talumung, kelurahan Tande Timur, Majene.
Reporter KARAKTER, Sumitro ( Ilmu Politik 2014 ) melaporkan, jalan sehat yang merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis Unsulbar ke-3 ini diperkirakan diikuti lebih 10 ribu peserta terdiri atas civitas akademika Unsulbar dan masyarakat umum dari Majene dan Polewali Mandar.
Dari civitas akademika Unsulbar tampak hadir antara lain; para wakil rektor Unsulbar, para dekan Unsulbar, dosen, staf dan mahasiswa
Kemeriahan jalan sehat selain karena banyaknya peserta yang ikut serta, juga didukung dengan banyaknya hadiah yang disiapkan.
Hadiah Umrah yang awalnya hanya satu paket, namun saat menyampaikan sambutan, gubernur Anwar Adnan Saleh langsung menyatakan menambah dua hadih umrah lagi, sehingga total tersedia tiga paket umrah.
Dari Tiga pemanang undian jalan sehat, salah seorang diantaranya adalah Ahmad Hariyadi yang beralamat di kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.
Ia mengaku ingin memberikan hadiah umrah yang dia peroleh ke ibunya atau bapaknya.
” Bapak saya seorang tukang becak, kalau ibu adalah urusan rumah tangga, saya berharap hadiah umrah ini dapat saya berikan kepada ibu atau bapak,” kata Ahmad yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsulbar angkatan 2016.
Sebagai putera sulung dari lima bersaudara, Ia ingin dengan hadiah umrah yang dia terima dapat juga membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya.
Dua peraih hadiah umrah lainnya adalah Muhammad Tarkim, warga Pambusuang dan Dasriani, staf Fakultas Peternakan dan Perikanan. (RD01)

