Unsulbar Diminta Ganti Nama, Ini Jawaban Prof. Basri

Unsulbar Diminta Ganti Nama, Ini Jawaban Prof. Basri

- in Berita
1440
0
Seminar Nasional Sejarah dan Kebudayaan Mandar di aula kantor DPRD Majene baru – baru ini membahas beragam topik tentang Mandar, mulai dari diaspora orang Mandar di berbagai daerah hingga upaya mengangkat nama – nama tokoh Mandar yang berjasa bagi Indonesia.
 
Ratusan orang hadir dalam seminar tersebut, mulai para budayawan, seniman, guru – guru sejarah, dosen hingga mahasiswa Unsulbar.
Seminar itu sendiri merupakan salah satu rangkaian acara dalam perayaan Dies Natalis Unsulbar ke-3. 
 
Di sesi diskusi, sejumlah penanggap menyampaikan pernyataan tentang upaya mengabadikan nama tokoh Mandar yang telah berjasa bagi tanah air.
 
” Melalui forum ini saya ingin menyampaikan saran, mungkin akan lebih baik bila Unsulbar diubah namanya dengan (melekatkan,_) nama tokoh pahlawan dari Mandar ” kata seorang budayawan peserta seminar, Muhammad Tafbritafif atau Opy Muis Mandra.
 
Lebih lanjut, Opy menyampaikan di Mandar banyak nama tokoh yang layak disematkan sebagai nama perguruan tinggi negeri, misalnya Andi Depu atau Maemunah, pejuang Kris Muda Mandar. 
 
Sejumlah penanggap lainnya juga menyampaikan usulan senada. Penanamaan tokoh Mandar di nama kampus  diharapkan dapat mengabadikan nama tokoh tersebut, apalagi sampai saat ini Sulbar belum memiliki tokoh yang diakui sebagai pahlawan nasional.
Pemberian nama pahlawan diharapakan juga sebagai upaya mewarisi semangat serta nilai – nilai positif dari pejuang atau tokoh terpilih.
 
” Misalnya nama Baharuddin Lopa, tentu juga akan sangat bagus karena tokoh ini sudah menjadi tokoh nasional, pejuang keadilan, pendekar hukum,  dengan begitu kita berharap akan lahir generasi yang mewarisi perjuangan beliau” tambah ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia ( MSI ) cabang Sulbar, Darmansyah.
 
Darmansyah yang juga ketua DPRD Majene menjadi salah satu pembicara dalam seminar di aula kantor DPRD Majene tersebut. Selain Darmansyah, dua pembicara lainnya adalah pakar sejarah masing – masing : Prof. Dr. A. Rasyid Asba, MA yang merupakan guru besar Sejarah dari Unhas serta Dr. Haliadi Sali, peneliti senior bidang sejarah di Untad Palu, Sulawesi Tengah.
 
Sebelumya, saat menyampaikan pidato pengantar atau keynote speech, Rektor Unsulbar Dr. Akhsan Djalaluddin menyampaikan penamaan nama tokoh pada sebuah lembaga insitusi pendidikan dapat membawa dampak positif.
 
” Kita mengapresiasi lahirnya STAIN ( Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ) di Majene, tentu akan lebih bagus bila dinamai dengan tokoh agama dari Mandar, banyak tokoh agama kita di Mandar yang bisa dijadikan nama misalnya Imam Lapeo atau Syech Abdul Mannan dan tokoh – tokoh lainnya,” kata Rektor Akhsan.
 
Dibagian akhir diskusi, salah seorang pendiri Unsulbar yang hadir di seminar, prof Dr Basri Hasanuddin memberi tanggapan atas usulan penamaan tokoh di perguruan tinggi Unsulbar.
 
Menurut prof Basri yang juga mantan Menko Kesra, usulan nama tokoh di perguruan tinggi seperti Sultan Hasanuddin di Unhas memang bagus dan sudah pernah dipikirkan saat pendirian Unsulbar.
 
Prof Basri menjelaskan pilihan nama saat pendirian Unsulbar sudah dengan berbagai pertimbangan logis dan rasional, salah satunya adalah waktu pengusulan yang terbatas.
Bila menggunakan nama tokoh,  menurutnya tentu butuh waktu untuk berdiskusi atau seminar siapa tokoh yang paling layak.
Sehingga dengan alasan untuk mempercepat proses pendirian, nama Unsulbar akhirnya dipilih.
 
” Usulan nama tokoh bagus, tapi di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia itu juga menggunakan nama tempat sebagai nama kampus, misalnya di Amerika Serikat, rata – rata kampus menggunakan nama lokasi, jadi nama Unsulbar sudah pas untuk kampus kita di Sulbar ini” kata Basri yang juga mantan rektor Unhas.
 
Darmansyah, OPy serta para budayawan Mandar lainnya menambahkan bilapun akhirnya nama Unsulbar tetap seperti sekarang, mereka berharap di gedung – gedung kampus Unsulbar nantinya dapat diberi nama tokoh dari Mandar, misalnya gedung Baharuddin Lopa untuk gedung prodi Hukum atau Gedung Husni Djamaluddin untuk gedung ilmu sastra dan budaya. ( RD01)   
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mahasiswa Perikanan Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah, Peserta Berbagai Kampus Bawa Ide Menarik

Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Himapri