Setelah berkobar sekira tiga jam, api yang membakar bangunan kampus baru Unsulbar di bukit Padha – Padhang, kelurahan Tande Timur akhirnya berhasil dipadamkan.
Penelusuruan KARAKTER, penyebab kebakaran sementara ini adalah dari pembakaran sampah potongan balok dan bambu sisa proyek.
Salah seorang pekerja proyek pembangunan kampus, Suprianto, Sabtu dinihari (11/03), mengaku api yang membesar dan membakar salah sisi bangunan lantai dua berasal dari pembakaran sampah, berupa potongan balok dan bambu.
Setiyono menjelaskan, Ia dan para pekerja proyek lainnya sudah rutin setiap malam melakukan pembakaran sampah dari potongan balok dan bambu.
” Selain untuk membersihkan lantai, juga untuk penerangan, selama ini banyak sekali barang – barang proyek yang hilang dicuri mulai kabel hingga besi – besi penyangga,” kata Setiyono.
Jumat malam (10/03) lewat jam 20:00 wita, Setiyono kembali membakar sampah dari potongan balok dan bambu. Saat api masih membakar sampah, Ia mengaku pergi ke bedeng, bangunan semi permanen tempat tinggal sementara di gedung sebelah.
” Saya tinggalkan sampah yang terbakar untuk pergi charge HP, rencana saya mau kembali untuk jaga barang – barang proyek agar tidak hilang, namun saat saya belum kembali api ternyata sudah membesar, saya diberi tahu pertama kali oleh mahasiswa,” jelas Setiyono.
Api sempat sulit dipadamkan karena di lokasi terdapat banyak material mudah terbakar seperti balok dan bambu kering. kebakaran akhirnya bisa sepenuhnya diatasi sekitar jam 24 : 00 wita setelah dua unit armada pemadam kebakaran pemerintah kabupaten Majene tiba di lokasi.
Secara terpisah, Kabag Ops Polres Majene, Kompol Bambang Haryono mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
“Anggota masih mengumpulkan keterangan,” kata Kompol Bambang. (RD01)

