Puluhan mahasiswa yang berasal dari sejumlah program studi se Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ), Senin (20/03) menggelar aksi damai meminta kejelasan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ).
Merespon tuntutan mahasiswa, Rektor Akhsan Djalaluddin menyatakan mahasiswa akan diberangkatkan ke lokasi KKN pada Kamis, 23 Maret 2017.
Para mahasiswa yang sebagian besar merupakan calon peserta KKN gelombang ke VIII, memulai aksinya di kantor Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu ( LPPM & PM ) Unsulbar.
” Setelah ditunda ( pekan lalu,-), kami datang untuk meminta kejelasan waktu pelaksanaan KKN, kami khawatir jangan sampai menyeberang semester sehingga mahasiswa harus bayar SPP lagi,” kata salah seorang mahasiswa, Zamannur.

Tuntutan mahasiswa lainnya adalah kejelasan aturan tentang syarat akademik mengikuti KKN. Menurut mahasiswa, sejumlah prodi atau fakultas menetapkan mahasiswa yang bisa ikut KKN adalah yang sudah mencapai 110 SKS, namun sejumah prodi dan atau fakultas justru menetapkan syarat lain.
Kepala LPPM & PM Unsulbar Dr. Kadir Paloloang yang menerima pengunjuk rasa menjelaskan, secara umum pihaknya sudah siap melaksanakan KKN. Penundaan KKN kata Kadir lebih disebabkan urusan teknis pencairan anggaran.
Dr. Kadir memastikan semua urusan administrasi terkait KKN sudah rampung, termasuk surat persetujuan bupati dari daerah yang akan ditempati KKN.
” Ada sedikit revisi anggaran, yang masuk anggaran baru pengadaan rompi, padahal kita juga membutuhkan anggaran transport,” jelas Dr. Kadir.
Mengenai syarat akademik peserta KKN, LPPM sebelumnya sudah menetapkan mahasiswa dapat mengikuti KKN bila telah menempuh kuliah dan praktikum minimum 110 SKS.
KKN gelombang ke VIII merupakan kemitraan dengan program KKN PPM (Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) sehingga semua posko KKN akan berada di lokasi KKN PPM.
Lokasi KKN PPM berada di empat kecamatan di dua kabupaten masing – masing : kecamatan Sendana di kabupaten Majene, kemudian kecamatan Binuang, kecamatan Balanipa dan kecamatan Wonomulyo.
Berangkat Kamis
Setelah sekitar satu jam menggelar aksi di LPPM & PM, para mahasiswa melanjutkan aksinya di depan rektorat.
Di tempat ini, mahasiswa mendengar langsung penjelasan rektor Dr. Akshan Djalaluddin bahwa KKN terpaksa tertunda pekan lalu karena adanya revisi penyesuaian anggaran.
Rektor memastikan penundaan tidak akan sampai merugikan mahasiswa. Di tengah para mahasiswa itu, Rektor langsung mengumumkan KKN gelombang ke VIII akan berangkat Kamis 20 Maret 2017.
” Insya Allah KKN berangkat hari Kamis ini, besok sudah mulai pembekalan, tolong sebarkan luaskan informasi ini, kasi tahu teman – temannya ya, lain kali kalau ada yang mau disampaikan, telepon langsung saja saya, pasti saya respon,” kata Rektor disambut tepuk tangan puluhan mahasiswa. Tampak ikut menerima pengunjuk rasa, wakil rektor II Anwar Sulili.
Setelah mendengar pengumuman rektor, mahasiswa kemudian membubarkan diri, aksi yang dijaga sejumlah aparat kepolisian Polres Majene berakhir dengan aman. ( RD01 ).

