KKN Mangrove, Mahasiswa Unsulbar Ikut Selamatkan Penyu Langka

KKN Mangrove, Mahasiswa Unsulbar Ikut Selamatkan Penyu Langka

- in Berita
1159
0
Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ) yang tengah mengikuti Kuliah Kerja Nyata –  Pembelajaran, Pemberdayaan Masyarakat ( KKN – PPM ) di desa Galeso, kecamatan Wonomulyo, kabupaten Polewali Mandar terlibat aktiv dalam kegiatan sosial penyelamatan hewan langka, Penyu sisik atau yang juga disebut Eretmochelys imbricata. 
 
Hewan tersebut terancam punah. Di Indonesia, semua jenis penyu dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
 
Keterangan yang diperoleh KARAKTER, sejak dua pekan berada di posko KKN PPM desa Galeso, mahasiswa peserta KKN telah beberapa kali ikut serta dalam aksi penyelematan hewan purba, Penyu Sisik.
 
Aksi yang pertama adalah penyelematan telur penyu hewan pemangsa lainnya, kemudian setelah itu para mahasiswa terlibat dalam menyelamatkan Penyu Sisik yang terjaring pukat nelayan.
Foto : Mahasiswa KKN PPM Desa Galeso bersama anggotaPolisi Air dan Udara ( Polairud )  dan warga desa saat akan melepaskan Penyu ke Laut. Sebelumnya Penyu diselamatkan dan dirawat oleh warga bersama mahasiswa KKN PPM.    ( Foto : Posko KKN PPM Galeso )
” Kami membantu masyarakat mengamankan telur penyu agar tidak dimangsa hewan predator atau diambil para pedagang telur penyu, terakhir ini mahasiswa ikut serta menyelamatkan penyu yang terjaring, setelah dipulihkan dikembalikan ke habitatnya,” kata koordinator kecamatan KKN PPM Wonomulyo, Irwan, Jumat (07/04). 
 
Program utama KKN PPM Unsulbar di desa Galeso adalah pelestarian dan pemanfaatan Mangrove untuk kedaulatan ekonomi masyarakat pesisir.
Keterlibatan mahasiswa dalam penyelamatan telur penyu dan penyu sisik saat mahasiswa dalam arahan dosen supervisor melakukan observasi buah – buah mangrove yang akan diolah menjadi makanan, minuman berbahan mangrove.
 
” Saat ini kami dalam persiapan pembuatan makanan dan minuman berbahan mangrove, ketika kami lihat ada program penyelamatan hewan langka, kami merasa terpanggil untuk ikut melakukan aksi penyelamatan, penyu ini sudah langka dan terancam punah,” lanjut Irwan.
Foto : Mahasiswa KKN PPM Desa Galeso warga desa melakukan aksi penyelamatan telur Penyu.     ( Foto : Posko KKN PPM Galeso )
Bersama aktivis lingkungan kecamatan Wonomulyo, Yusri Mampie, mahaisiswa disela obesrvasi mangrove terus mempelajari banyak hal tentang hewan purba tersebut.
 
Mahasiswa peserta KKN mengaku senang, pasalnya dengan terlibat langsung dalam penyelamatan telur Penyu dan Penyu, mahasiswa dapat mempelajari secara langsung bagaimana Penyu bertelur, tentang kehidupan Penyu dan bagaimana perlakuan yang ideal dan aman terhadap penyu.
 
Lebih lanjut Irwan menjelaskan, kendati program KKN PPM fokus pada penyelamatan dan pemanfaatan Mangrove, namun secara tidak langsung juga berkaitan dengan pelestarian hewan langka, Penyu.
Lokasi hutan Mangrove yang menjadi objek KKN PPM berada di dekat pantai Mampie, lokasi pelestarian Penyu.
Foto : Mahasiswa KKN PPM Desa Galeso warga desa melakukan aksi penyelamatan telur Penyu.     ( Foto : Posko KKN PPM Galeso ).
Menurut Irwan yang juga mahasiswa Pendidikan Fisika, Fakultas MIPA Unsulbar, selain manfaat ekonomi  dimana buahnya bisa jadi makanan, minuman dan kerajian, Mangrove juga berfungsi mencegah abrasi pantai.
” Saat ini salah satu kesulitan yang dihadapi penyu saat akan bertelur adalah terjadinya abrasi pantai, sehingga dengan pelestarian mangrove akan ikut membantu keberlangsungan Penyu,” jelas Yusri Mampie yang dalam Lima tahun terakhir terus aktiv melakukan aksi penyelamatan lingkungan di pesisir desa Galeso.
 
 Foto : Aktivis Lingkungan Desa Galeso, Yusri Mampie memberi penjelasan kepada mahasiswa KKN PPM Unsulbar tentang Penyu.  ( Foto : Posko KKN PPM Galeso )
(RD01) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto