Belajar di Makam Todilaling, Mahasiswa Akuntansi Pakai Sarung

Belajar di Makam Todilaling, Mahasiswa Akuntansi Pakai Sarung

- in Berita
3172
0
Puluhan mahasiswa Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ) mengikuti kuliah lapangan bertempat di kompleks makam Todilaling, di desa Napo, kecamatan Limboro, kabupaten Polewali Mandar.  Kegiatan tersebut terkait dengan mata kuliah Wawasan Sosial Budaya.
Untuk mengikuti kuliah lapangan di makam Todilaling ini, mahasiswa memakai sarung.
 
Dosen pengampu Wawasan Sosial Budaya, Muhammad Dalif, Sabtu (29/04) menjelaskan, kegiatan kuliah lapangan di makam Todilaling berlangsung selamat dua hari, mulai Kamis 27 April hingga Jumat 28 April.
Menurut Dalif, para mahasiswa yang ikut kuliah lapangan kali ini berasal dari mahasiswa program studi Akuntansi kelas C semester II (dua).
 
” Setelah mengikuti kuliah teori di dalam kelas, mahasiswa mendapat kesempatan untuk melihat realitas sejarah kebudayaan di sekitar, untuk saat ini kita memilih makam Todilaling,  banyak nilai – nilai positif yang dapat kita pelajari,” jelas Dalif.
Foto : Dosen Pengampu Mata Kuliah Wawasan Sosial Budaya, Muhammad Dalif.    (foto:Istimewa ) 
 
Budayawan Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin dalam bukunya Orang Mandar Orang Laut menjelaskan Todilaling adalah Raja ( Mara’dia) pertama di kerajaan Balanipa. 
Dalam semangat kejuangannya, Todilaling merintis persekutuan kerajaan – kerajaan di tanah Mandar.
 
Lebih lanjut, Dalif mengatakan sejumlah nilai positif yang dapat diambil dari sejarah perjuangan Todilaling antara lain kepemimpinan, keberanian membela yang benar serta perjuangan kemanusiaan atas dasar persaudaraan di tanah Mandar.
 
” Mahasiswa khususnya perempuan diminta pakai sarung untuk menghargai tempat yang kita kunjungi, di Mandar untuk menghormati acara – acara dan tempat penting adalah menggunakan sarung,” kata Dalif.
 
Lokasi makam Todilaling cukup mudah dijangkau, berada tidak jauh dari jalan poros Majene – Polewali.
Bila menggunakan angkutan umum, dapat berhenti di samping SMA 1 Layonga Tinambung, kemudian bergerak  ke arah utara menuju puncak bukit Napo sekitar satu kilometer. 
 
Sesampainya di bukit Napo, terdapat 176 anak tangga untuk menjangkau makam Todilaling di puncak bukit dengan ketinggian 237 MDPL ( meter diatas permukaan laut ).
Di areal makam, tampak sebuah pohon beringin besar, dari kawasan makam itu juga akan tampak pemandangan indah.  ( RD01 ) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto