Bulan Puasa, Mahasiswa Ini Tetap Giat Bekerja Biayai Kuliah

Bulan Puasa, Mahasiswa Ini Tetap Giat Bekerja Biayai Kuliah

- in Berita, Kabar Kampus
1870
0

karakterunsulbar.com– Siang itu di pekan pertama bulan Ramadhan, cuaca kota Majene cukup terik, sinar sang surya membakar kulit bagi yang lalu lalang di jalan. Buka puasa yang dinanti segenap umat masih sekira enam jam lagi. Sebagian warga di usai Dzhur itu memilih berdiam di rumah. Sebagian lagi mungkin sedang sibuk berselancar di dunia maya menggunakan smart phone, mencari informasi atau sekedar membunuh waktu.

Di tengah iklim panas menyengat siang itu, Nurhasyim, mahasiswa Unsulbar angkatan 2013 justru tengah giat- giatnya bekerja.  Seakan tak kenal lelah, Hasyim, demikian ia akrab disapa teman – temannya, bekerja mencuci motor di salah usaha pencucian motor di kawasan Lipu, kecamatan Banggae Timur, Majene.

Hari itu, Ia mengaku bekerja sejak jam 11:00, dua jam sebelumnya Ia berada di kampus mengurus proposal skripsinya.

Dengan menggunakan kaos dipadu celana pendek, Hasyim yang merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi ini, dengan telaten dan serius bekerja melayani konsumen.

” Sudah tiga tahun saya bekerja disini, Alhamdulillah hasilnya bisa saya kumpul sedikit demi sedikit saya kumpul untuk membiayai kuliah,” ungkap Hasyim sambil terus menyemburkan busa sabun ke motor konsumen.

Hasyim mengatakan, bekerja di bulan Ramadhan apalagi di tengah iklim panas memang menguras energi, tapi karena sudah menjadi tekad membantu orang tua membiayai kuliah, rasa lelah, dahaga dan lapar Ia kesampingkan.

Di bulan puasa, Hasyim rata – rata bekerja enam jam per hari dengan jumlah motor tidak menentu, kadang ramai namun biasa juga sepi. Sebagian konsumennya adalah civitas akademika Unsulbar.

Pendapatan yang diperolehnya dari pekerjaan mencuci motor adalah pembagian dengan pola sebagian menjadi milik usaha pencucian motor, sebagian menjadi miliknya, hitungan berlaku untuk setiap motor.

” Saya pernah dapat beasiswa PPA tapi sekarang tidak lagi, jadi untuk biaya merampungkan skripsi, saya harus lebih giat bekerja. Tidak ada perasaan gengsi atau malu, toh ini pekerjaan halal,” katanya penuh semangat.

Di tahun pertama dan kedua ia bekerja, Hasyim mengatur dengan cermat waktunya, antara waktu untuk kuliah, bekerja di pencucian motor serta sesekali aktiv di organisasi kampus.

Hasyim menceritakan, saat masih aktiv kuliah, ia mengawali harinya di kampus mengikuti kelas, setelah mata kuliah rampung hari itu, ia menyempatkan diri ikut diskusi di organiasi kampus.
Tidak lama berselang ia pun menuju pencucian motor Car Wash Lipu, tempat ia bekerja meraih asa untuk masa depan.

Semester ini, setelah semua mata kuliah ia rampungkan, fokusnya kini adalah menyelesaikan skripsi. ” Sisa menunggu seminar akhir, mudah – mudahan lancar,” katanya penuh harap.

Hasyim yang merupakan warga kecamatan Banggae Timur merupakan anak pertama dari lima bersaudara.
Ia mengaku sebagai anak sulung punya tanggung jawab moral untuk dapat selesai kuliah tepat waktu.
Peraih IPK 3,89 ini bertekad setelah selesai kuliah, Ia akan membantu biaya pendidikan empat orang adiknya.

“Untuk meraih kesuksesan, tidaklah cukup dengan melakukan yang terbaik. Terkadang kita harus melakukan apa yang diperlukan,” katanya mantap mengutip – Winston Churchill.  ( Farhanuddin )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

FOTO : Satu Hari, Berjuta Cerita, Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Foto 1 : Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy