karakterunsulbar.com – Minat mahasiswa Unsulbar untuk bergabung ke Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) Mahasiswa Pecinta Alam ( MAPALA) ternyata cukup tinggi, terbukti dengan membludaknya mahasiswa yang mendaftar penerimaan anggota UKM Mapala tersebut.
Panitia Pekan Penerimaan Anggota ( PANRITA ) UKM Mapala, Ardiansyah, Minggu (11/06) menjelaskan, hingga pekan kedua Juni, jumlah mahasiswa yang mendaftar untuk bergabung ke UKM Mapala mencapai 40-an orang.
” Alhamdulillah mahasiswa cukup antusias, jumlah yang sudah mendaftar masih akan terus bertambah karena sejumlah mahasiswa sudah beri informasi akan mendaftar, yang pasti pendaftaran penerimaan anggota sampai tanggal 2 Juli,” kata Ardiansyah yang juga mahasiswa Kehutanan.
Untuk tempat pengambilan dan pengembalian formulir serta pusat informasi penerimaan, para mahasiswa Unsulbar calon peserta dapat menghubungi sekretariat Panrita di sekretariat UKM Mapala Unsulbar yang berada di belakang gedung perkuliahan fakultas Peternakan dan Perikanan.
baca : suka-berpetualang-daftar-ukm-mapala-unsulbar/
lebih lanjut Ardi, demikian ia akrab disapa, menjelaskan, puluhan peserta yang sudah mengembalikan formulirnya akan mengikuti rangkaian seleksi untuk kemudian menjadi peserta PANRITA.
” Tahap pertama semua peserta PANRITA akan mengikuti pendidikan dasar tentang dunia kepincintaalaman,”tambah Ardi.
DI MAPALA Unsulbar terdapat sejumlah divisi yang nantinya dapat digeluti mahasiswa anggota, antara lain divisi gunung hutan ( Mountanering ), divisi pemanjatan (Rock Climbing) dan divisi susur gua atau ( Caving ).

Sejarah Mapala di Indonesia
Dikutip dari Wikipedia, dunia kepincataalaman di kalangan mahasiswa Indonesia sudah lama hadir. Mapala Universitas Indonesia ( UI ) yang berdiri 12 Desember 1964 merupakan pionirnya berdiri organisasi mahasiswa pencita alam.
Kini hampir semua perguruan tinggi di tanah air memiliki organiasi Mapala.
Ide pembentukan organisasi pelopor pecinta alam di kampus ini dicetuskan oleh Soe Hok Gie, seorang aktivis mahasiswa Indonesia terkemuka waktu itu dari Universitas Indonesia.
Kegiatan Mapala umumnya berkisar di alam terbuka dan menyangkut lingkungan hidup. Jenis aktivitas meliputi pendakian gunung (mountaineering), pemanjatan (climbing), penelusuran gua (caving), pengarungan arus liar atau arung jeram (rafting), paralayang, penyelaman (diving), penghijauan dan bahkan penerbitan media-media yang bertema lingkungan.
Akhir-akhir ini di mana degradasi lingkungan dirasa semakin parah, maka peran Mapala sangat penting untuk membantu melestarikan lingkungan.

Sejarah UKM Mapala Unsulbar
Posi Banggae sebagai julukan dari UKM Mapala Unsulbar terbentuk sejak tahun 2009. Berawal dari semangat mahasiswa atas kecintaannya terhadap alam maka terbentuk UKM tersebut.
Tiga tahun kemudian dengan 12 orang anggota sebagai pelopor berdirinya UKM Mapala Unsulbar mengukuhkan keanggotaannya sebagai angkatan pertama dengan nama angkatan “Sigitung Savana (sgv)” sekaligus mendeklarasikan moment sakral lahirnya UKM Mapala Unsulbar yang jatuh pada tanggal 15 juli 2011.

Kendati usianya masih muda, namun UKM Mapala Unsulbar telah mencatat sejumlah prestasi, salah satunya terpilihnya MAPALA Unsulbar sebagai salah satu Pusat Koordinasi Daerah ( PKD ) Mapala di Indonesia. Kepastian UKM Mapala Unsubar menjadi PKD diperoleh dalam sidang pleno ke Tiga TWKM di Balai Kartini Kabupaten Bantaeng Jumat 21 Oktober 2016. (RD01)


