karakterunsulbar.com – Menjelang Pemilihan Umum Raya ( Pemilu Raya ) Presiden – Wakil Presiden Mahasiswa Unsulbar, para mahasiswa terus menyuarakan pandangannya terkait sosok ideal presiden – wakil presiden mahasiswa periode mendatang.
Mahasiswa Pendidikan Fisika, fakultas MIPA menyuarakan sosok pemimpin kedepan adalah figur yang menjadi penyambung suara mahasiswa.
” Presiden mahasiswa Unsulbar mendatang harus mampu memimpin dan mengayomi mahasiswa, terutam jika mahasiswa mamiliki aspirasi yang ingin disampaikan,” ungkap ketua ketua Himpunan Mahasiswa Fisika ( HIMAFI), Muhammmad Rifyal kepada Reporter KARAKTER, Hesti, Rabu, 03 Oktober 2017.
Disamping menetapkan kriteria pentingnya presiden mampu menjadi penyambung aspirasi, Rifyal juga menyatakan, presiden mahasiswa Unsulbar periode mendatang juga penting menggelar program kerja yang dapat meningkatkan prestasi akademik, non akademik serta memperteguh eksistensi kampus.
HIMAFI lanjut Rifyal menyatakan sangat mendukung pelaksanaan pemilihan presiden – wakil mahasiswa dengan sistem Pemilihan langsung atau pemilihan umum raya.
” Pemilihan presiden – wakil presiden mahasiswa itu adalah proses demokrasi mahasiswa, sehingga semua mahasiswa diberikan hak untuk memilih dan dipilih dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku,” katanya.

Mengenai kompososi panitia pemilihan atau komisi pemilihan mahasiswa ( KPM ), HIMAFI meminta agar semua elemen mahasiswa dapat dilibatkan dalam pesta demokrasi mahasiswa Unsulbar tersebut.
Panwas Dosen bersama Mahasiswa
Sementara itu tentang komposisi panitia pengawas ( panwas ), HIMAFI sepakat dengan pelibatan dosen sebagai pihak yang dapat berlaku jujur dan adil dalam mengawasi pemilu.
” Untuk panwas kami meminta agar dalam panwas juga ada perwakilan mahasiswa, jadi panwas terdiri atas dosen dan mahasiswa tiap fakultas,” tambah Rifyal.
Jadwal Pemilu Presiden Mahasiswa
Seperti yang diberitakan sebelumnya, presiden mahasiswa Unsulbar 2015 – 2017, Sugeng Abrianto (FISIP 2012) menjelaskan, Pilpres Mahasiwa Unsulbar akan diawali Musyawarah Besar ( Mubes ) 17 – 18 Oktober.
Setelah itu, pada tanggal 19 Oktober memasuki tahapan pendaftaran bakal calon presiden – bakal calon wakil presiden.
Kemudian pada 20 Oktober akan dilakukan penetapan calon yang lulus verifikasi panitia.
Selanjutnya, calon presiden – calon wakil presiden akan mengikuti penyampaian visi misi serta kampanye Pilpres pada 21 -22 Oktober 2017.
Ia menjamin pemilihan presiden mahasiswa akan berlangsung secara demokratis dan transparan, salah satu caranya adalah dengan melibatkan para ketua himpunan mahasiswa program studi bertugas di masing – masing Tempat Pemungutan Suara ( TPS ).
” Insha Allah pemungutan suara 23 Oktober 2017, mengenai debat kandidat calon akan dikondisikan dengan waktu pelaksanaan,” terang Sugeng yang juga mahasiswa program studi Ilmu Politik. (RD01).


