Dialog Akademik Fakultas Ekonomi, Dari LCD Hingga Jadwal Kuliah

Dialog Akademik Fakultas Ekonomi, Dari LCD Hingga Jadwal Kuliah

- in Kabar Kampus
3728
0

Laporan: Hikmah Sudirman, (Akuntansi 2016)

karakterunsulbar.com – Tradisi positif berkembang di lingkup civitas akademika fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat, secara rutin dekan, dosen, staf dan mahasiswa duduk bersama, berdialog tentang banyak hal, khususnya masalah terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dialog menjadi bagian dari solusi atas segala keluh kesah sebelum menjadi masalah lebih serius.

Untuk kesekian kalinya, civitas akademika fakultas Ekonomi Unsulbar menggelar dialog. Kali ini curah pendapat itu berlangsung, Sabtu 14 Oktober 2017 bertempat di ruang fakultas Ekonomi.
Dialog dapat disebut dialog akademik, karena tema perbincangan penuh keakraban itu memang mengetengahkan topik – topik terkait dunia akademik.

Dekan Fakultas Ekonomi, Mujirin M. Yamin, MM sengaja menghadirkan para dosen, staf dan perwakilan mahasiswa.
Ia mengatakan, kehadiran semua stake holder, para pemangku kepentingan di tingkat fakultas adalah penting agar semua informasi diketahui.

Pada dialog akhir pekan itu juga hadir ketua program studi Akuntansi Khadijah, M.Si, dan ketua program studi Manajeman Dr. Nur Fitriayu Mandasari serta kepala bagian fakultas Ekonomi, Idham, S.Sos.

Mahasiswa yang diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, kemudian menumpahkan banyak keluh kesahnya.

Salah satu yang menarik disimak dari uneg – uneg mahasiswa itu adalah tentang LCD ( liquid crystal display ) atau In Focus.
Mahasiswa mengatakan,  LCD yang stand by untuk digunakan selama ini di fakultas hanya dua unit, jumlah tersebut sangat tidak sebanding dengan jumlah kelas fakultas Ekonomi yang telah mencapai 20 kelas.

” Itu salah satu masalah serius yang kami hadapi pak, terkadang dosen sangat butuh LCD, namun karena hanya dua tentu tidak cukup, mohon ini mendapat perhatian serius, tolong LCD dapat ditambah,” kata salah seorang mahasiswa peserta dialog, Vivi ( Akuntasi 2017 ).

Disamping soal LCD, mahasiswa juga banyak menyampaikan soal fasilitas perkuliahan lainnya seperti kipas angin di kelas dan ruangan kelas yang terkadang tidak cukup saat semua mahasiswa bersamaan berkuliah.

” Soal jadwal juga pak, ada juga dosen yang pindahkan perkuliahan sepihak, padahal jangan sampai bertabrakan dengan mata kuliah lain,” ungkap mahasiswa lainnya.

Menanggapi “curhat” mahasiswa soal LCD, dekan Mujirin M. Yamin mengatakan sangat memahami keluhan soal fasilitas dasar perkuliahan tersebut.

Ia mengaku sudah berulangkali meminta penambahan LCD kepada bagian yang menangani.

” Kami dari fakultas sudah meminta, namun belum ada penambahan sampai sekarang,” kata dekan Mujirin.
Ia berjanji akan terus mengawal permintaan mahasiswa tersebut karena memang menjadi kebutuhan pokok dalam aktivitas perkuliahan.

Sementara mengenai jadwal kuliah, dekan Mujirin memerintahkan agar staf fakultas menyurat ke semua dosen agar tetap mematuhi jadwal yang sudah ditentukan.
Dalam pertemuan itu, dekan Mujirin menyatakan larangan perkuliahan di hari libur seperti hari Minggu.

” Perkuliahan di hari Minggu ditiadakan, karena itu waktunya mahasiswa seharusnya bisa melakukan aktifitasnya seperti mencuci, kerja tugas, dan lain-lain”, tegas Mujirin.

Tradisi Dialog

Dialog memang tidak akan langsung menyelesaikan semua keluh kesah, setiap masalah yang ada, namun setidaknya telah terbangun ruang komunikasi bagi semua yang berkepentingan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Fakultas Ekonomi, Muhammad Iqbal  mengapresiasi langkah pimpinan fakultas yang menggelar dialog akademik.
Ia mengatakan, setelah mendapat undangan dari dekan berdialog, pengurus BEM Fakultas kemudian mengundang juga perwakilan himpunan mahasiswa jurusan dan para ketua tingkat di dua program studi, Akuntansi dan Manajemen.

” Dialog seperti ini penting, terutama karena mahasiswa punya saluran aspirasi ke pimpinan, kami salut dengan kegiatan (dialog,-) ini karena pihak fakutlas mau mendengarkan keluh kesah mahasiswa,” kata Iqbal.

Mengenai kegiatan dialog, Mujirin mengatakan dialog menjadi pilihan terbaik dalam berkomunikasi antara semua pemangku kepentingan agar setiap masalah yang berada di mahasiswa dan di setiap bagian di fakultas dapat cepat diketahui dan dicarikan solusi secara efektif dan efisien.

Ia berharap dialog menjadi prioritas dalam pemecahan keluh kesah sebelum problema berubah menjadi masalah yang membuat makin gerah.

Tradisi bermusyawarah telah sejak lama menjadi pilihan leluhur, dengan berdialog hubungan akan lebih erat.
Berdialog selain mendekatkan antar jiwa, juga memperkaya khazanah berfikir dalam membangun Tri Dharma Perguruan Tinggi;  Pendidikan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Semoga … ( RD01)

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto