karakterunsulbar.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan / Program Studi (HMJ) Ilmu Politik, Gerakan Mahasiswa Politik ( GEMAPOL ) FISIP Unsulbar sukses menggelar seminar nasional, 28 Oktober 2017.
Penyelenggaran seminar nasional memperingati hari Sumpah Pemuda itu menyimpan sejumlah kisah menarik, antara lain kegigihan mahasiswa mencari dana dalam dan luar kampus.
Cerita seru itu bermula setelah pertemuan pengurus HMJ GEMAPOL akhir bulan September memutuskan akan menggelar kegiatan seminar berskala nasional.
Karena levelnya nasional maka pembicara yang hadir dalam seminar wajib juga dari tokoh nasional.
Tantangan mulai muncul, pasalnya untuk pembicara tingkat nasional, panitia harus mencari tokoh yang pas dengan tema seminar bertema Sumpah Pemuda Era Milenial.
Pilihan akhirnya jatuh pada tiga tokoh, mereka adalah ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU – RI), Dr. Syarkawi Rauf, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulbar Supriadi Yusuf dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia ( MSI ) Sulawesi Barat, Darmansyah yang juga ketua DPRD Majene.

Ketua HMJ GEMAPOL, Sumitro mengaku, saat diputuskan akan menggelar seminar berskala nasional, pihaknya sudah menyadari tantangan yang bakal menghadang, yang paling serius adalah dana.
Kesediaan para pemateri hadir secara sukarela, bukan berarti soal dana tidak lagi ada kendala, panitia masih harus memutar otak mencari dana untuk biaya persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Kerupuk

Setelah menghitung dana yang dibutuhkan, mulailah para mahasiswa melakukan pencarian dana, pertama kali yang dilakukan adalah berjualan kerupuk di dalam kampus.
” Kami harus mendapat dana untuk membiyai snack seminar, publikasi baligo dan sertifikat, ini cukup menantang, apalagi proposal ke pihak kampus hingga pelaksanaan acara belum ada yang cair, tapi karena sudah jadi tekad untuk suksesnya acara, kami melakukan berbagai kegiatan untuk dapat dana, prinsip kami selama itu halal dan etis,” kata Sumitro.
Mahasiswa panitia tanpa sungkan memasarkan kerupuk kepada mahasiswa, dosen serta staf.
Saat penggalangan dana dalam kampus berjalan pada awal Oktober, mahasiswa panitia yang umumnya laki – laki juga mencari bantuan pendanaan dari luar kampus, menawarkan kerjasama sponsonsorship ke sejumlah pihak hingga donasi para relasi yang peduli terhadap kegiatan mahasiswa.
Dana yang diperoleh dari luar ternyata belum mencukupi, sepekan sebelum acara yang jatuh pada 28 Oktober 2017, panitia menggelar aksi kreatif, kali ini berjualan es kelapa muda.
Bahan baku kelapa muda didatangkan dari Polewali karena harganya lebih murah sehingga diharapkan laba lebih besar diperoleh untuk kegiatan.

” Dari berjualan kerupuk dan es kelapa muda, kami dapat laba bersih sekitar Rp 600 ribu, itulah yang kami pakai juga untuk tambahan biaya kegiatan, terima kasih atas kerjasama teman – teman panitia,” kata panitia seksi dana, Ayu Lestari.
Akhirnya kerja keras panitia berbuah suka cita, seminar nasional yang digelar mahasiswa sukses terlaksana,
ratusan orang hadir dalam acara yang berlangsung di aula kantor DPRD Majene, mulai dari pelajar SMA sederajat se kabupaten Majene hingga para mahasiswa Unsulbar dan perguruan tinggi lainnya di Majene.
” Saya salut dengan kegigihan mahasiswa menggelar kegiatan berskala nasional, itu akan menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagi mahasiswa,” kata ketua program studi Ilmu Politik, Muhammad M.Si yang juga dikenal sebagai aktivis selama menjadi mahasiswa Unhas Makassar. Muhammad pernah tercatat sebagai ketua di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI ) FISIP Unhas.
” Acara yang digelar mahasiswa ini bagus, memberikan ruang bagi kita dari pengusaha untuk memberikan informasi penting peluang dunia usaha kepada mahasiswa, selanjutnya kita akan membuat forum lanjutan dengan menghadirkan juga perbankan,” kata Ketua HIPMI Sulbar, Supriadi. ( RD01 )


