karakterunsulbar.com – Kemajuan perabadan yang ditandai dengan terus berkembangnya teknologi adalah sebuah keniscayaan, sehingga semua pihak harus bersiap menghadapi perubahan tersebut. Sumpah pemuda 89 tahun silam tetap menjadi spirit bagi generasi muda di era milenial yang penuh dengan tantangan, peluang sekaligus ancaman.
Harapan agar semua pihak bersiap menghadapi perubahan zaman menjadi salah satu pokok pembahasan dalam seminar nasional Sumpah Pemuda Gerakan Mahasiswa Ilmu Politik ( GEMAPOL ) FISIP Universitas Sulawesi Barat di aula kantor DPRD Majene, Sabtu, 28 Oktober 2017.

Seminar nasional bertema “Refleksi Sumpah Pemuda, Tantangan Generasi Muda Era Milenial” itu menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha RI (KPPU – RI), Dr. Syarkawi Rauf, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sulawesi Brat Darmansyah serta ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Barat, Supriadi Yusuf.
Seminar dipandu dosen FISIP Unsulbar, Farhanuddin, M.Si.
Ratusan peserta seminar terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se kabupaten Majene dan siswa SMA / sederajat se kabupaten Majene.
Peluang – Ancaman
D. Syarkawi mengatakan, era milenial yang ditandai kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyimpan peluang bagi generasi muda untuk terus maju berkembang.
Kemudahan berinteraksi menjadi modal penting dalam meraih kesuksesan.
” Sumpah Pemuda era milenial adalah sumpah pemuda yang mampu menjawab tantangan zaman dan kuncinya terletak pada kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi komunikasi,” kata Dr. Syarkawi yang pernah menjadi chief economist Bank BNI.
Ia mengatakan, kemajuan teknologi saat ini membuka peluang bagi generasi muda khususnya dalam berwirausaha.
Menurutnya, bisnis rintisan berbasis internet menyimpan prosepek besar bagi generasi muda yang menghadapi ancaman semakin ketatnya persaingan dalam mengisi lowongan kerja.

” Era milenial juga dapat menjadi ancaman, konsekuensi dari kemajuan teknologi adalah banyak pekerjaan yang dulunya dikerjakan manusia kini diisi applikasi, belum lagi 20 tahun kedepan kita akan menghadapi bonus demografi, dimana terjadi pertumbuhan jumlah penduduk, akan semakin ketet persaingan,” katanya.
Dr. Syarkawi mencontohkan di industri perbankan Eropa, kebutuhan tenaga keja manusia semakin menyusut karena sejumlah pekerjaan sudah lebih cepat ditangani dengan teknologi.
Dosen fakultas Ekonomi Unhas itu mengingatkan, kunci sukses kedepan adalah mampu beradaptasi dengan kemajuan peradaban, memahami teknologi.
” Kalau 89 tahun lalu, sumpahnya adalah berbahasa satu bahasa Indonesia, kedepan, selain bahasa Indonesia, generasi muda wajib menguasai bahasa lain seperti Inggris, Francis, Cina, Arab agar mampu bersaing di era globalisasi, tidak menjadi budak di negeri sendiri,” tambahnya.

Ketua MSI Sulawesi Barat, Darmansyah mengatakan kemajuan teknologi harus diisi dengan hal – hal positif sehingga generasi muda mendapat manfaat yang berguna bagi dirinya.
Ketua DPRD Majene ini mencontohkan dalam penggunaan media sosial, pengguna dapat mengembangkan budaya literasi.
” Pengguna facebook misalnya, kalau ikut seminar atau ikut dalam sebuah kegiatan, mestinya yang di-upload bukan hanya foto selfie (swafoto,-) tapi juga menuliskan hal – hal penting dari seminar itu, dengan begitu melatih menuliskan ide dan gagasan sekaligus menyebarkan nilai positif,” kata Darmansyah.
Sementara itu, ketua HIPMI Sulawesi Barat, Supriadi Yusuf memberi motivasi kepada ratusan mahasiswa peserta seminar bahwa jalan meraih kesuksesan kedepan adalah yang memiliki jiwa kewirausahaan.
Menurut Supriadi ditengah makin ketatnya meraih pekerjaan, menjadi usahawan adalah pilihan terbaik bagi generasi muda.
” Kita tidak boleh lagi berfikir untuk meraih pekerjaan tapi bagaimana setelah kuliah dapat menciptakan lapangan kerja, pemuda yang mandiri adalah sosok pemuda ideal masa depan,” kata Supriadi yang juga mantan sekretaris KNPI Sulawesi Barat.

Kegiatan Seminar
Ketua Panitia Seminar Nasional, Munir ( Ilmu Politik 2016 ) menjelaskan kegiatan seminar digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan /Program Studi ( HMJ) GEMAPOL untuk memperingati hari Sumpah Pemuda.
Ia mengatakan pihaknya sengaja mengangkat tema tentang tantangan generasi era millenial agar menjadi “peringatan” bagi semua pihak siap menghadapi era digital.

” Semangat sumpah pemuda dulu dan sekarang tetap memiliki korelasi, semangat untuk berjuang, bersatu, Nah semangat itu yang terus kita gali agar generasi muda siap menghadapi tantangan kedepan,” katanya.

Harapan senada juga disampaikan ketua program studi Ilmu Politik Muhammad, M,Si dan ketua HMJ Gemapol Sumitro saat kedunya menyampaikan sambutan.
Seminar nasional yang dilaksanakan mahasiswa politik itu dibuka asisten III Pemkab Majene, Ahmad Rafly Noor. (RD01)


