BANJIR menerjang Mamuju, Sulbar, Kamis. 22 Maret 2018. Di Majene Jumat 23 Maret 2018, mahasiswa HIMAPOL FISIP menggalang sumbangan untuk korban banjir.
karakterunsulbar.com – Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Mamuju, Sulbar, Kamis, 22 Maret 2018.
Kendati tidak ada korban jiwa, namun bencana tersebut menyebabkan sejumlah orang menderita luka, puluhan rumah warga juga rusak diterjang banjir.
Pasca banjir, puluhan warga masih berada di pengungsian karena rumah rusak serta bahan makanan yang hilang atau rusak terseret banjir.
Prihatin atas kondisi para korban banjir Mamuju, mahasiswa Unsulbar dari Himpunan Mahasiswa Politik (HIMAPOL) FISIP menggelar aksi peduli korban banjir, Jumat, (23/03).
Para mahasiswa HIMAPOL turun ke jalan di sejumlah titik strategis di Majene mengumpulkan donasi dari warga.
Kendati dipapar cuaca panas dan terik matahari, mahasiswa HIMAPOL tetap semangat mengumpulkan dana dari warga.
Salah satu titik aksi peduli banjir Mamuju itu berlangsung di bundaran Battayang, kecamatan Banggae, Majene.

Ketua HIMAPOL Unsulbar, Hasbi mengatakan, pengumpulan dana itu sebagai wujud solidaritas atas bencana banjir yang menimpa warga Mamuju khususnya di kecamatan Simboro dan kecamatan Mamuju.
” Bantuan yang terkumpul akan segera kami kirim ke Mamuju, posko banjir di Mamuju membutuhkan bantuan untuk disalurkan ke warga korban banjir,” kata Hasbi.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, selain di jalan – jalan protokol, pengumpulan sumbangan untuk korban banjir juga akan dilakukan di sejumlah fasilitas umum lainnya seperti pasar sentral Majene.

Warga Butuh Sembako
Sementara itu, salah satu posko bencana banjir di Mamuju, yakni Posko Simbuang, kecamatan Simboro menyatakan warga sangat membutuhkan sembako, pasalnya bahan makanan warga rusak dan hanyut terseret arus banjir.
Pada banjir Kamis kemarin, Simbuang menjadi salah satu titik terparah banjir Mamuju.
ketinggian banjir di sejumlah titik di daerah itu, bahkan ada yang mencapai dua meter.

” Puluhan warga di sini (Simbuang,-) tidak punya lagi bahan makanan, rusak terendam banjir, dan ada juga yang hilang karena terbawa banjir, makanya kami segera bangun posko banjir dan dapur umum,” kata koordinator posko banjir Simbuang, Muhammad Syaiful.
Bagi warga yang peduli dan ingin menyalurkan bantuan dapat mendatangi langsung posko banjir Simbuang yang berada di samping pekuburan Islam Simbuang, kecamatan Simboro atau dapat menghubungi no telepon selular : 081342694182 atas nama Syaiful. ( RD01)

