Unsulbar Bersama BNI Tangkal Penyebaran Uang Palsu dan Cacat

Unsulbar Bersama BNI Tangkal Penyebaran Uang Palsu dan Cacat

- in Berita
1106
0

karakterunsulbar.com – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bekerjasama dengan PT. Bank Negara Indonesia (BNI) melakukan sosialisasi menangkal penyebaran uang palsu dan cacat khususnya dikalangan mahasiswa.

Sosialisasi dilakukan, Selasa (04/09) tepatnya di Rektorat Kampus Unsulbar. Sejumlah mahasiswa Unsulbar turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

Dalam sosialisasi itu, Kepala BNI Majene, M. Pagi Ressa mengajak mahasiswa mengenal aplikasi Your All Payment (YAP) yang merupakan salah satu produk transaksi pembayaran BNI.

Ressa menjelaskan, YAP BNI merupakan aplikasi pembayaran nontunai (cashless) terbaru yang diluncurkan oleh BNI akhir Januari 2018 lalu, aplikasi ini menggunakan media Quick Response (QR) atau Barcode.

Menurut Ressa, YAP BNI dapat dijadikan solusi terkait maraknya peredaran uang palsu dan uang cacat (rusak), dan yang terpenting dapat membantu pemerintah menghemat anggaran negara dalam melakukan perbaikan terhadap uang rusak.

“Ini salah satu bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam hal menghemat anggaran negara untuk perbaikan uang rusak, dengan menggunakan YAP BNI di smartphone, mahasiswa tidak perluh khawatir menerima uang palsu atau cacat, karena segala transaksi dilakukan di aplikasi YAP,” jelas Ress

Lanjut Ressa, mahasiswa sebagai generasi millenial yang akrab dengan teknologi tidak perlu lagi membawa uang fisik kemana-mana dan aplikasinya bisa diunduh di playstore maupun appstore.

“Semua sudah satu genggaman dalam smartphone, jadi mahasiswa tidak perlu khawatir jika lupa atau kehilangan dompet, karena aplikasi ini dilengkapi dengan kode password yang doble, dikoneksikan langsung dengan email smartphone, dan juga kartu perdana yang digunakan,” terang Ressa

Ia menambahkan, YAP BNI dengan berbagai kemudahannya merupakan pengganti peran mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dapat memenuhi kebutuhan pedagang dari berbagai macam segmen, mulai dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), retail, toko jaringan (chain store), toko modern (premium), dan toko online (e-commerce).

Ressa berharap, kedepannya banyak mahasiswa mengenal dan menggunakan aplikasi YAP BNI, karena akan sangat efisien melakukan pembayaran nontunai khususnya pada kalangan mahasiswa millenial masa kini. (RD03)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto