Rektor Akhsan Jawab Tujuh Tuntutan Mahasiswa

Rektor Akhsan Jawab Tujuh Tuntutan Mahasiswa

- in Berita
2540
0

Foto: Rektor Akhsan saat dijumpai Reporter Karakter, Irfan, S. (Foto Karakter)

Laporan:

Irfan, S (Ilmu Hukum, 2017)

karakterunsulbar.com – Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Akhsan Djalaluddin akhirnya menjawab 7 (Tujuh) tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa saat unjuk rasa pada Senin, 17 September 2018.

Jawaban atas tuntutan mahasiswa itu disampaikan Rektor Akhsan saat dijumpai Karakter, Selasa (18/9) di lantai satu Gedung Rektorat Unsulbar.

7 (Tujuh) tuntutan itu, antara lain mempercepat pembangunan fasilitas kampus, menjalankan proses perkuliahan, transparansi alokasi anggaran kemahasiswaan dan memperjelas eksistensi Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unsulbar.

Tiga tuntutan lainnya, yakni menolak investasi asing, menolak perkuliahan melalui media online serta menurunkan UKT jalur mandiri.

Berikut kutipan dan penjelasan lengkap Akhsan terkait tujuh tuntutan tersebut:

Tuntutan Pertama: Penolakan Insvestasi Asing

“Itu adalah suatu bentuk untuk mendapatkan bantuan dari luar, maksudnya di dalam rumah kita ini (daerah) kita punya anggaran, jadi kita minta bantuan dari luar yang penting tidak memberatkan dan disetujui oleh tuan rumah,”

Tuntutan Kedua: Percepat Pembangunan Fasilitas Kampus

“Insya Allah tahun 2019, pembangunan kampus sudah akan berjalan, tapi untuk mempercepat pembangunan tidak ada jalan lain selain meminta kepada pemerintah untuk memfasilitasi dalam hal mendapatkan dana salah satunya dari Islamic Development, ini bisa jadi dalam bentuk pinjaman tergantung kondisi daerah,”

Tuntutan Ketiga: Menolak Kuliah Online

“Kuliah online itu suatu hal yang wajar karena melihat jaman sekarang itu teknologi sudah luar biasa bahkan di kampus-kampus lain mereka itu sudah menerapkan kuliah online jadi itu saya rasa wajarlah kalau kita melakukan kuliah online bahkan itu sebuah solusi untuk menghindari kekosongan mata kuliah terkait aksi mogok kerja,”

Tuntutan Keempat: Menurunkan UKT Jalur Mandiri

“Serba salah menurut saya karena didalam kampus itu ada pegawai yang harus digaji, Jika UkT dikurangi maka gaji dosen dan staf non PNS bagaimana, tapi nanti saya akan bicarakan dengan teman-teman pegawai,”

Tuntutan Kelima: Memperejelas Eksistensi Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unsulbar

“Kalau ini sudah dijawab oleh Kopma sendiri. Kopma sudah punya badan hukum dari Kementerian Komnansi dan sebagainya, sudah ada semua itu,”

Tuntutan Keenam: Transparansi Alokasi Anggaran Kemahasiswaan

“Permasalahannya ini dari Kementrian Keuangan, bukan lagi dari pihak Unsulbar, dan walaupun kita punya uang disini kita juga tidak bisa seenaknya menggunakan kalau itu tidak disetujui oleh kementerian,”

Terkait tuntutan lainnya, yakni menjalankan proses perkuliahan, Akhsan mengatakan, gaji Dosen dan Staf non PNS Unsulbar akan segera dibayarkan, untuk itu ia berharap proses perkuliahan dapat kembali normal.

Diakhir pembicaraan, Akhsan mengimbau kepada mahasiswa agar segala permasalahan dan tuntutan yang ada dapat dibicarakan dengan baik.

“Saya berharap tidak ada demo lagi karena demo itu langkah terakhir,” ujar Akhsan. (RD03)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Akreditasi Unggul Ilmu Politik, Rektor dan Dekan Beri Apresiasi

Rektor Prof. Muhammad Abdy memberikan sambutan pada pembukaan