Foto: Dosen Unsulbar, Purwoko Haryadi Santoso, S.Pd., M.Pd. (Foto ist)
karakterunsulbar.com – Berdasarkan Kurikulum 2013 (K13), sistem pembelajaran masa kini harus mengintegrasikan pendekatan keterampilan proses dalam segala tahapannya.
Akan tetapi, sistem pembelajaran tersebut masih belum bisa diterapkan sepenuhnya, hal ini disebabkan adanya beberapa kendala, baik kendala dari guru, siswa maupun fasilitas di sekolah.
Hal tersebut, mendorong salah satu Dosen Unsulbar, Jurusan Pendidikan Fisika, Purwoko Haryadi Santoso, S.Pd., M.Pd untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis android.
Menurutnya, salah satu upaya terkait masalah ini, yakni perlu adanya media pembelajaran yang dapat memfasilitasi antara guru dan siswa dalam mengintegrasikan pendekatan keterampilan proses.
“Sistem pembelajaran saat ini kebanyakan masih cenderung tidak menarik dan kurang kreatif, sehingga semangat belajar peserta didik kurang, maka perlu ada inovasi,” kata Purwoko
Ia menjelaskan, berdasarkan riset yang dilakukan, sebagian besar peserta didik, telah memiliki fasilitas smartphone berbasis Android. Namun, terkadang fasilitas itu masih belum dimanfaatkan dengan baik.
“Masalah yang terjadi pada peserta didik saat ini bukan lagi kekurangan android, tetapi penyalahgunaan seperti bermain games, chating dan bermain sosial media,” jelasnya.
Ia mengatakan, guru harus bisa memanfaatkan fasilitias android yang dimiliki oleh setiap peserta didik.
Sebagai langkah awal dalam mengembangkan inovasi media pembelajaran, melalui program pengabdian masyarakat, Purwoko menggelar pelatihan berupa workshop pengembangan media pembelajaran Android di SMA Negeri 3 Mejene, Sabtu (22/9).
Ia mengenalkan kepada guru-guru berupa software Construct 2.0. Software ini dapat gunakan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis android.
Workshop tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Siti Sapia, SS., M.Hum., sejumlah dosen FKIP serta guru-guru SMA Negeri 3 Mejene.
Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini, guru-guru mampu berinovasi dengan memanfaatkan software Construct 2.0 sebagai alat inovasi pengembangan media pembelajaran.
“Harapan kami dengan adanya workshop ini, guru inovatif dalam mengembangkan media pembelajaran, sehingga minat minat belajar peserta didik bisa tinggi,” ujar Purwoko yang juga merupakan alumni S2 Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). (RD03)

