karakterunsulbar.com – Setelah menyelesikan tugas menyalurkan bantuan ke korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, tim relawan Unsulbar akhirnya tiba kembali ke kampus Majene, Minggu (07/10).
Bila saat berangkat, relawan membawa bantuan, pada saat kepulangannya, relawan membawa para pengungsi.
Para pengungsi yang ikut dalam rombangan tim Relawan Unsulbar itu berangkat dari kota Palu dengan daerah tujuan antara lain Mamuju dan Wonomulyo, Polewali Mandar.

Reporter KARAKTER, Irwan ( Pendididikan Fisika 2016 ) yang ikut dalam rombongan relawan melaporkan, para pengungsi itu terdiri atas seorang ibu bernama Rosdiana bersama anaknya, Andra (07 tahun).
Selain keduanya, warga korban Gempa – Tsunami lainnya yang ikut dalam rombongan Unsulbar antara lain : Ahmad, Rendra dan Ani.
Koordinator Relawan Unsulbar, Muhammad M.Si mengaku bersyukur, selain sukses dalam menyalurkan bantuan langsung ke tenda – tenda pengungsi, relawan Unsulbar juga membantu warga Sulawesi Tengah yang ingin mengungsi pasca gempa dan tsunami.
“Kita sangat bersyukur penyaluran bantuan logistik lancar dan kita juga bisa mengangkut korban yang ingin pulang kampung,” kata Muhammad, M.Si yang juga ketua program studi Ilmu Politik FISIP Unsulbar.
Kiprah tim relawan menyalurkan bantuan dan juga membawa pulang para pengungsi mendapat apresiasi warga, mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya kendaraan dari Unsulbar.
” Terima kasih kepada Unsulbar, kami sangat bersyukur dapat tumpangan secara cuma – cuma ke Mamuju,” kata Rasdiana.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Relawan Unsulbar yang berjumlah 23 orang, berangkat dari kampus Unsulbar, Jumat, 05 Oktober 2018.
Para relawan itu terdiri atas; 4 dosen, 18 mahasiswa, serta 1 sekuriti.
Tim menyalurkan bantuan dengan mendatangi langsung tenda – tenda pengungsian di Donggala dan Palu.
Setelah tiga hari bertugas, puluhan relawan Unsulbar itu akhirnya tiba dengan selamat kembali di kampus, Minggu, 07 Oktober 2018 ( RD01)

