Foto : Juri lomba baca puisi
Laporan : Nur Indah Sari S (Akuntansi, 2018l
karakterunsulbar.com- Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Dr.Zulfajri Basri Hasanuddin bersama mahasiswa FT memprotes hasil penjurian lomba puisi yang digelar pada Dies Natalis ke-5 Unsulbar, Selasa (27/11/18)
Salah seorang juri, Ahmad Ridhai, mengaku Penilaian pembacaan puisi pada lomba tersebut sudah benar dan objektif.
Menurutnya, persoalan puisi ciptaan sendiri atau membaca ciptaan orang lain bukanlah sebuah indikator
“Lombanya baca puisi, bukan cipta puisi” Tulis Ridhai pada pesan Whatsapp kepada karakter, Senin (03/12/18)
Selain itu, Ridhai juga menjelaskan standing applaus yang ia berikan pada malam penjurian karena ada larik yang kontradiksi namun tetap dibacakan oleh Mega.

Lembar puisi penilaian juri terhadap puisi Megawati dan puisi Masrawati
Kemudian, terkait lupa larik, Ridhai kembali menjelaskan, ada lompatan larik yang dilakukan pemenang juara satu (1) Masrawati (Pendidikan Bahasa Inggris, 2018) namun dalam puisi terdapat dua sajak larik yang berurutan.
“Point kesalahan juara satu” Tulisnya.
Terakhir, terkait ekspresi dan penjiwaan, menurutnya hampir semua pembaca tidak memahami mimik, gestir, dan pantomimik pembacaan puisi pada Selasa (27/11).
“Semua peserta belum sepenuhnya mendalami pemahaman mimik”
Dikonfirmasi kepada juri lainnya, Syuman Saeha, namun Syuman enggan menanggapi protes seperti itu

