Foto : Rapat penerimaan kunjungan Itjen Kemeristekdikti ke Unsulbar di Villa Bogor Leppe, Kamis (07/02/2019) (Sumber foto : Fb Jumardi Tala)
karakterunsulbar.com – Tuntutan aksi penyegelan kampus oleh Ikatan Pegawai Sumber Daya Manusia (SDM) non PNS Unsulbar, Senin (04/02/2019) lalu telah disampaikan ke Kemenristekdikti melalui Inspektorat Jenderal Ristekdikti yang kebetulan berkunjung ke Unsulbar melakukan pemeriksaan, Kamis (07/02/2019).
Hal ini diakui oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unsulbar, Abdul Latif Dolla. Menurut pengakuannya, tuntutan dosen dan staf non PNS Unsulbar telah disampaikan ke Kemenristekdikti, namun terkait jawaban dari kementerian harus menunggu beberapa waktu.
“Untuk solusi bergantung kepada kemenristekdikti,” ujarnya saat ditemui di gedung Rektorat, Kamis (07/02/2019).
Salah seorang anggota Inspektorat Jenderal Restekdikti, Darmawansyah membenarkan, pihaknya telah menerima laporan saat berkunjung ke Unsulbar.
“Tadi (Kamis, 07/02/2019) sudah disampaikan pak Ahmad Zamad ke pengendali teknisi kami,” tulisnya kepada karakterunsulbar.com melalui pesan Whatsapp.
Tentang Penyegelan Kampus
Segel kampus dibuka saat pihak Inspektorat Jenderal Ristekdiikti berkunjung, namun setelah pihak Inspektorat Jenderal Ristekdikti meninggalkan Unsulbar, segel kembali dipasang.
Berdasarkan pantauan karakterunsulbar.com, empat fakultas juga menghentikan proses pelayanan akademik.
Empat fakultas tersebut yakni : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kesehatan (Fikes), dan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut).
Adapun empat tuntutannya yakni, menuntut kejelasan status pegawai non PNS, kenaikan gaji pegawai non PNS, pengembalian PNS pindahan kembali ke homebasenya serta percepatan pembangunan kampus. (RD03)

