Mahasiswa Manajemen Jaring Kader Militan

Mahasiswa Manajemen Jaring Kader Militan

- in Kabar Kampus
1409
0

karakterunsulbar.com – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Unsulbar menjaring kader militan melalui pengkaderan. Pengkaderan ini diikuti ratusan mahasiswa manajemen angkatan 2016 hingga 2018.

Pengkaderan digelar di dua lokasi dan waktu berbeda. Pertama di Gedung Aula Tasha Center, Kamis sampai Sabtu (21-23 Februari 2019) dengan jumlah peserta sebanyak 32 gabungan angkatan 2016 dan 2017.

Kedua, di Ruangan Fakultas Perikanan dan Kelautan (Papetkan), Kamis sampai Sabtu (28-2 Maret 2019) dengan jumlah peserta sebanyak 72 orang untuk angkatan 2018.

Ketua HMM Muh. Ikhsan (Manajemen, 2016) merupakan pemateri perwakilan mahasiswa mengungkapkan, pengkaderan ini sebagai upaya melahirkan regenerasi kepengurusan himpunan mahasiswa manajemen. Juga sebagai syarat untuk menjadi pengurus BEM Fakultas Ekonomi.

“Kita berharap kader baru HMM, dapat membawa perubahan untuk Unsulbar yang saat ini mengalami banyak konflik,” ujar Muh. Ikhsan.

Menurut Muh. Ikhsan, konflik yang dihadapi mahasiswa Unsulbar, diantaranya Pemilihan Ketua BEM Universitas (Pilpresma Unsulbar) dan Ikatan Mahasiswa Bidikmisi (Imbisi). Hingga saat ini, kedua lembaga mahasiswa tersebut belum menemui kejelasan.

Olehnya itu, dibutuhkan kader-kader militan, memiliki karakter, bijak dalam menghadapi permasalahan dan menjadi barisan terdepan mengawal perubahan Unsulbar dengan mental militan.

Dr. Wahyu Maulid Adha, MM., yang beberapa waktu lalu resmi mendapat gelar Doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar juga turut andil sebagai pemateri dalam pengkaderan tersebut. Dr. Wahyu menyampaikan materi tentang ekonomi pembangunan.

Ia menjelaskan, tantangan mahasiswa saat ini ialah mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, utamanya di Sulbar yang pertumbuhan ekonominya masih tergolong rendah.

Dikutip di Harian Kompas, (Rabu, 27 Februari 2019), Provinsi Sulbar termasuk salah satu wilayah dengan tingkat ekonomi rendah. Salah satu indikator yang bisa diungkap ialah nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang masih dalam kategori rendah.

Total nilai PDRB Provinsi Sulbar di tahun 2016 hanya 36,13 triliun. Sementara indeks pembangunan manusia di Sulbar pada tahun 2017 berada di angka 64, 55 yang jauh dibawah rata-rata nasional, yakni 70,81.

Hal inilah yang dianggap menjadi tantangan mahasiswa Unsulbar, khususnya mahasiswa program studi manajemen. Sadar atau tidak, mahasiswa punya tanggung jawab terhadap pembangunan ekonomi daerah Sulbar. (RD03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pemilihan Dekan FKIP Unsulbar : Lima Bakal Calon Bersaing

Sekretariat Panitia Pemilihan Dekan (Pildek) FKIP Unsulbar. (Foto