Foto : Wakil Dekan I FKIP, Dr. Sitti Sapia, SS., M.Hum.
karakterunsulbar.com- Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Sitti Sapia, SS., M.Hum berharap mahasiswa FKIP mampu menyeimbangkan akademik dan organisasi.
Hal tersebut disampaikan dalam pengaderan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-FKIP) di Aula Gedung Tasha Center, Majene Kamis (14/03/2019).
Lanjut, Dr. Sapia, dengan tema ”Membangun Kultur Kader FKIP untul Revolusi Industri 4.0” menginginkan mahasiswa yang mengikuti pengaderan terbentuk kultur FKIP lebih baik.
“Sesuai dengan tema, kita berharap kultur FKIP nantinya lebih baik lagi,” tuturnya.
Mahasiswa diera revolusi industri 4.0 diwajibkan memiliki skill yang memadai, karena semua akan berbasis teknologi. Namun, perkembangan teknologi tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga dampak negatif.
Oleh karena itu, mahasiswa harus cerdas secara akademik. Namun dengan perkembangan teknologi, tidak sedikit mahasiswa yang rusak. Agar hal tersebut tidak terjadi dibutuhkan karakter kepemimpinan. Ini didapatkan dalam organisasi.
Dengan demikian, 31 peserta dari berbagai program studi lingkup FKIP terbentuk kultur mahasiswa yang menyeimbangkan organisasi dan akademik.
Hal senada, juga disampaikan ketua BEM-FKIP, Lukman (Pendidikan Biologi, 2016), akademik dan organisasi layaknya pasangan laki-laki perempuan. Dua hal berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan.
“Organisasi dan akademik layaknya pasangan perempuan, laki-laki. Dua hal tidak bisa dipisahkan,” jelas Lukman saat menyampaikan sambutannya.
Pengaderan akan dilaksanakan, (14 Maret – 16 Maret). Dengan materi Identitas mahasiwa, metode persidangan, kerangka berfikir ilmiah, kepemimpinan manajemen organisasi, analisi swot, kesekretariatan dan sejarah BEM-FKIP akan disampaikan oleh senior yang kompeten.
Materi yang akan disampaikan, diharapkan dapat mejadi langkah awal menjadikan mahasiswa sesuai dengan tema.

