Suara Dosen dan Staf tentang Calon WR I : Harus Lebih Banyak Waktu di Kampus

Suara Dosen dan Staf tentang Calon WR I : Harus Lebih Banyak Waktu di Kampus

- in Kabar Kampus
2676
0

Foto: gedung Rektorat Unsulbar

Karakterunsulbar.com- Tanggapan atas wacana pengisian jabatan Wakil Rektor I (WR I) kembali muncul, kali ini, Ikatan Lintas Pegawai Universitas Sulawesi Barat (ILP Unsulbar) ikut bersuara, organisasi tersebut menyampaikan kriteria ideal bagi pejabat yang diangkat sebagai WR I adalah figur yang lebih banyak berada di kampus.

Sementara itu, salah seorang Staf Unsulbar, Hariman meminta agar wakil rektor sebaiknya dipilih dari eksternal Unsulbar.

Ketua ILP Unsulbar, Dr. Umar Sahaf kepada Karakter, Senin, (17/2) menjelaskan, calon WR I adalah sosok yang profesional dalam mengurus perihal akademik. Menurut Dr. Umar, Unsulbar masih sangat membutuhkan perbaikan dan dorongan di bidang akademik, contohnya akreditasi kampus.

Umar yang juga dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) menegaskan, meski yang punya kewenangan memilih wakil rektor adalah Rektor, namun untuk Unsulbar lebih baik kedepannya, pihaknya penting ikut menyuarakan kriteria yang ideal.

“Kita juga berharap civitas akademika yang lain memberikan masukan pada Rektor terkait kriteria calon WR I,” kata Sekjen ILP PTNB tersebut saat dihubungi karakterunsulbar.com (17/2)

Ia menambahkan, kalaupun ada figur yang mulai mengemuka, Dr. Umar berpesan agar tidak terjebak pada subjektifitas. Menurutnya, sekarang ini yang dibutuhkan adalah mencoba memberikan masukan-masukan kriteria kepada rektor.

“Yang terpenting, WR I itu punya waktu sepenuhnya di Unsulbar. Baik itu pejabat Internal maupun Eksternal kampus, tidak jadi masalah,” tutur Dr. Umar yang baru saja terpilih sebagai Sekjen ILP PTN Baru se Indonesia.

Staf Unsulbar (Hariman)

Calon Eksternal

Diwawancarai secara terpisah, Salah seorang staf Unsulbar, Hariman S.Ip berpendapat, sebaiknya Calon WR I berasal dari pejabat eksternal Unsulbar.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatannya terhadap perkembangan Unsulbar, sejumlah pejabat internal sejak periode pertama Rektor Unsulbar, Akhsan Djalaluddin, belum mempu menyelesaikan persoalan.

Melihat tugas WR I dalam statuta Unsulbar Nomor 80 Tahun 2017 WR I yakni membantu Rektor dalam bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

“Kita perlu seseorang yang memiliki kemampuan mengetahui cara penanganan permasalahan yang terjadi di Unsulbar,” tulisnya melalui pesan Whatsapp kepada karakterunsulbar.com (17/02)

Ia melanjutkan, seseorang yang cakap, energik, dan mau berhadapan dengan persoalan-persoalan mahasiswa. Karenanya, Rektor Akhsan baiknya mencari figur yang benar-benar ingin mengabdi dan memajukan Unsulbar.

“Tentunya lebih banyak waktu di Unsulbar, ini harus menjadi kewajiban yang dilaksanakan,” pungkasnya.

Sementara mengenai syarat menjadi WR I diatur pada Pasal 30 Statuta Nomor 80 Tahun 2017, antara lain telah menduduki jabatan akademik minimal Lektor Kepala.

Seperti diberitakan sebelumnya, posisi Wakil Rektor I Unsulbar masih kosong hingga saat ini, setelah WR 1 Dr. Muhammad Saad memasuki masa pensiun Februari 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

FOTO : Satu Hari, Berjuta Cerita, Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Foto 1 : Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy