Foto: tiga kandidat pasangan Cappres-Wapres BEM-Unsulbar
Karakterunsulbar.com- Jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres-Wapres) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sulaweis Barat (BEM-Unsulbar), 25 Februari 2020, Data Pemilih Tetap Mahasiswa (DPT Mahasiswa) belum difinalisasi.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), Syahril Syarif (Perikanan, 2016).
Ia menyebutkan, baru empat dari delapan fakultas yang memiliki data mahasiswa pasti, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).
“Datanya sudah pasti tapi masih dalam tahap penjumlahan,” tulisnya melalui pesan Whatsapp. (22/2/2020)
Ia menyatakan, hal ini karena data mahasiswa yang diberikan oleh universitas dan tiap fakultas berbeda. Jadi butuh waktu untuk membuat data real.

Persiapan KPUM di Pilpres BEM-U 25 Februari
Ditanya terkait periapan, Syahril menjelaskan, sejauh ini surat suara ditargetkan lebih 7000 dengan surat suara cadangan untuk tiap Tempat Pemungutas Suara (TPS).
“Kotak suara juga telah disapkan sejak 21 Februari lalu dengan menyurat ke KPU Majene,” ungkapnya saat diwawancarai karakterunsulbar.com usai Debat Kandidat Pilpres-Wapres BEM-Unsulbar 19 Februari lalu di Pelataran Rektorat Unsulbar.
Di TPS tiap fakultas akan ada 7 mahasiswa sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ditunjuk oleh masing-masing fakultas. Dan 2 panitia dari KPUM yang akan melakukan pengawasan secara bergilir di setiap fakultas.
Ia menambahkan, perhitungan suara akan dilakukan di tiap TPS, kemudian akan direkapitulasi KPUM di hari itu juga.
“Intinya tidak akan ada yang bermalam hasil perhitungan surat suara,” tegasnya.

Syarat Pemilih Mahasiswa
Tiap mahasiswa yang akan memilih nantinya di tanggal 25 Februari, harus memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut :
- Membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), atau,
- Kartu Ujian Siakad yang mempunyai foto, atau,
- Kartu Rencana Studi (KRS) dan kartu identitas yang berfoto jelas.
Syahril menambahkan, di Pemilihan nanti tidak akan ada TPS berjalan, sesuai dengan hasil Musyawarah Besar (MUBES) Desember 2019 lalu.
Ia pun membenarkan, mahasiswa yang tidak datang ke TPS akan dinyatakan golonga putih (golput), termasuk mahasiswa yang sakit.

