Rektor Akhsan Sepakati Empat Tuntutan Mahasiswa

Rektor Akhsan Sepakati Empat Tuntutan Mahasiswa

- in Kabar Kampus
956
0

Foto: Rektor Akhsan bersama mahasiswa saat penandatanganan surat kesepakatan

Laporan : Hasman (Teknik Informatika, 2017)

Karakterunsulbar.com – Aliansi Solidaritas Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan penandatanganan surat kesepakatan hasil audiensi tuntutan dengan Rektor Unsulbar, Akhsan Djalaluddin. Kamis, (18/06/2020)

Penandatangan yang dilakukan di Rektorat Unsulbar tersebut dihadir oleh penanggung jawab aliansi yakni Muh. Arabi (Teknik Sipil, 2015), Muh. Iqsam (Ekonomi, 2015) dan, Hasbi (Ilmu Politik, 2015).

Dalam surat, Rektor Akhsan menyepakati empat dari dari enam poin utama tuntutan mahasiswa.

Rektor Aksan saat membaca surat kesepakatan

Pertama, Penurunan UKT semester ganjil tahun ajaran 2020-2021 sebesar 50 persen ditambah bantuan pemotongan untuk biaya subsidi pulsa Rp.200.000 sesuai surat edaran Rektor Nomor : 221/UN55/IIK/2020 tentang Kebijakan Penyelenggaraan Kegiatan Pembelajaran dalam masa Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 19 (COVID-19).

Kedua, kejelasan terkait Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2020 yang digantikan menjadi KKN Mandiri dengan penggratisan biaya pendaftaran serta akan segera merilis Standar Oprasional Prosedur KKN Mandiri.

Ketiga, perpanjangan perbaikan nilai akan digantikan dengan mengeluarkan surat terkait pemberian nilai yang tidak boleh memberatkan mahasiswa.

Keempat, pihak universitas akan segera mengklarifikasi terkait kejelasan alokasi dana praktek mahasiswa.

Dan kelima yang merupakan salah satu hasil audiensi yakni mahasiswa akan menggunakan E-Learning Unsulbar untuk kuliah daring semester ganjil tahun ajaran 2020-2021.

Halama pertama surat kesepakatan
Halam kedua surat kesepakat

Diketahui sebelumnya aksi aliansi yang dilakukan Senin, 15 Juni 2020 lalu menuntut enam poin yakni :

  1. Penurunan UKT semester ganjil tahun ajaran 2020-2021;
  2. Mengembalikan UKT semester genap tahun ajaran 2019-2020;
  3. Membuat SOP pembayaran UKT semester ganjil 2020-2021;
  4. Kejelasan regulasi pengalokasian dana praktik ;
  5. Kejelasan mengenai Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2020;
  6. Perpanjangan perbaikan nilai.

Wawancara lebih lanjut, Rektor Akhsan menjelaskan, pemberian bantuan pulsa Rp.200.000, tidak berlaku untuk mahasiswa semester akhir yang sudah penyusunan.

“Karena UKT-nya sudah digratiskan,” jelasnya. (18/06)

Ia menambahkan, terkain dengan KKN, bagi mahasiswa yang belum sempat mendaftar pada saat pengisian KRS bisa mengajukan permohonan untuk ikut.

“Tempat KKN bisa di desa lain yang penting ada persetujuan dari desa,” tambanya.

Seperti yang diketahui, pemotongan UKT 50 persen hanya berlaku bagi mahasiswa non Bidikmisi, dan jalur pembebasan UKT bagi mahasiswa yang tidak mampu membayaran UKT akibat COVID-19 dapat dilakukan dengan mengajukan surat permohonan orang tua ke Fakultas masing-masing dan tidak bisa diwakili.

Penanggung jawab Aliansi Solidaritas Mahasiswa Unsulbar berharap rektor segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait dengan kesepakatan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Dosen Ekonomi Unsulbar Latih Warga Kemas Produk Gula Merah

Foto : Dosen Unsulbar saat melakukan pengabdian kepada