Foto : Laksamana Pertama Benny Sukandari saat menyampaikan materi Seminar Nasional Kemaritiman Prodi HI Unsulbar
Karakterunsulbar.com – Laboratorium Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsulbar menggelar Seminar Nasional untuk memperingati Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 23 September 2021 lalu.
Kegiatan digelar secara daring via zoom dan luring di Villa Bogor, Majene. Menghadirkan peserta mahasiswa prodi HI dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Rabu, (29/09).
Menghadirkan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (LANTAMAL) VI Makassar, Sulawesi Selatan , Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M sebagai narasumber di Seminar Nasional yang bertema “Siapkah Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia?”.
Sebelum Seminar Nasional, Unsulbar melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan LANTAMAL VI Makassar yang ditandatangani oleh Rektor Akhsan Djalaluddin dan Laksma TNI Benny. Juga Penrjanjian Kerja Sama Prodi HI dengan LANTAMAL VI Makassar.
Dalam pemaparan materinya, Laksma TNI Benny menjelaskan sejarah kemaritiman Indonesia dan memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan kemaritiman khususnya di Majene.
Ditemui usai kegiatan, ia menambahkan bahwa saat ini waktunya pemuda terkhusus mahasiswa untuk kembali menengok sejarah jati diri Indonesia sebagai bangsa maritim.
“Tidak elok dan etis jika lupa siapa jati diri kita, padahal nenek moyang yang dibanggakan adalah pelaut ulung,” ucapnya, (29/09).
Karenanya ia berharap, mahasiswa kembali menggali potensi kelautan yang ada saat ini. Dan mengajak mahasiswa untuk rajin mengonsumsi hasil laut khususnya ikan.
“Kita negara penghasil ikan justru sangat jarang mengonsumsi makanan itu, olehnya mahasiswa harus sering mengonsumsi salah satu sumber protein seperti ikan,” tuturnya.
Ia juga menyinggung, seandainya Indonesia menjadi poros maritim, maka negara sudah mampu memfasilitasi kebutuhan negara-negara lain dari hasil laut maupun industri maritim. Dan untuk mencapai itu, dibutuhkan komitmen yang kuat.
Selain menghadirkan LANTAMAL, Seminar juga menghadirkan Muh. Ridwan Alimuddin, salah satu Budayawan, Penulis, dan Pemerhati Maritim Sulbar, serta salah satu dosen Prodi HI, Gia Ayu Fita, S.Sos.,M.Si.

Dalam menyampaikan materi, sosok akrab disapa Ridwan Mandar itu menjelaskan sejarah maritim di Mandar dan upaya pelestarian yang telah dilakukan baik masyarakat maupaun pemerintah. Ia juga mengungkapkan permasalahan yang berkaitan dengan laut di daerah Sulbar akibat kebijakan pemerintah yang tidak berbasis ramah lingkungan.
Diwawancarai lebih lanjut, ia berharap setelah kegiatan Seminar itu, mahasiswa lebih membumi dan melaut, terjun melihat realitas masyarakat maritim di Sulbar.
“Karena penting membangun hubungan emosional dengan melakukan interaksi bersama masyarakat pelaut,” ujarnya, (29/09).
Sedangkan, Gia Ayu Fita memaparkan tentang idealnya pengimplementasian Indonesian ke Poros Maritim Dunia.
Juga membahas terkait terlalu banyaknya instansi yang menangani tentang kemaritiman Indonesia serta tumpang tindih penegakan hukum kemaritiman.
Seminar ini juga dihadiri oleh Dekan FISIP, Dr. Burhanuddin, M.Si, dan beberapa dosen Prodi HI.

