Foto : Pengelolaan limbah ternak ramah lingkungan oleh Dosen prodi peternakan
Laporan : Alfian Mansyur (Ilmu Hukum 2019)
Karakterunsulbar.com – Pengelolaan limbah ternak ramah lingkungan merupakan salah satu program pengabdian dari Unsulbar. Progam mutakhir tersebut, kali ini menerapkan Zero Waste yakni konsep yang dirancang untuk peternak agar memanfaatkan pengelolaan lahan peternakan tanpa limbah.
Pengelolaan tersebut dilakukan dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) yakni ketua Tim Pengabdian Peternakan, Drh. Nur Saidah Said, M.Si, dan Andi Arham Atjo, S.Pi., M.Si, serta tiga mahasiswa peternakan.
Menurut Nur Saidah, kegiatan tersebut dilakukan karena melihat fenomena peningkatan populasi ayam petelur dan limbah feses. Sehingga berdampak pada munculnya masalah kesehatan lingkungan terkait dengan meningkatnya polusi udara, air dan tanah.
“Hal itu dapat berdampak pada munculnya masalah kesehatan lingkungan dengan meningkatnya polusi udara, air, dan tanah, untuk itu kita rancang program mutakhir mengantisipasinya,” kata Nur Saidah Ahad, (17/10).
Kegiatan pengabdian ini dilakukan di desa Kanusuang, kecamatan Mapilli, kabupaten Polewali Mandar.
Saidah mengungkapkan, dipilihnya desa Kanusuang sebagai desa pengabdian karena beberapa masyarakatnya memelihara ayam ras petelur.
“Populasi ayam ras petelur di kecamatan Mapilli pada 2020 sekitar 18.000 ekor, dan tiap tahun terjadi peningkatan 15% sampai 20%,” jelasnya.
Juga terdapat masalah di desa itu yakni, kurangnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam melakukan manajemen pemanfaatan limbah ternak.
Sebagian besar rumah tangga memiliki ternak ayam petelur yang telah dikandangkan, namun belum ada upaya pengelolaan dan pemanfaatan limbah ternak. Dan harga jual manure yang sangat murah dan permintaan pasar yang kurang.
Selama proses pengabdian pada 5 Agustus 2021 lalu, para peternak diberikan kesempatan untuk mendiskusikan jenis-jenis limbah ayam petelur, efek serta potensi pengelolaan limbah manure menjadi produk baru.
“Peserta diajarkan mengenai tahapan awal perlakuan terhadap manure sebelum dijadikan bahan untuk pengelolahan pakan ikan,” terang Saidah.
Ia juga berharap, limbah industri peternakan unggas seperti manure ayam petelur yang diolah menjadi pakan ternak dan ikan dapat menurunkan polusi lingkungan dan mengurangi permasalahan penyakit yang dapat disebabkan oleh penumpukan limbah tersebut.
“Produk baru yang memiliki nilai jual dapat menjadi penghasilan tambahan oleh peternak,” tutur Saida.

