Tukang Ojek Wisuda, Bawa Orang Tua Hadir Pakai Bentor

Tukang Ojek Wisuda, Bawa Orang Tua Hadir Pakai Bentor

- in Berita, Kampusiana
3036
0

Foto : Junaedi bersama sang bapak Asta, (sumber foto : Junaedi)

Karakterunsulbar.com – Seorang mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bernama Junaedi (Ilmu Hukum, 2017), pada Selasa, 30 November 2021, datang di prosesi wisudanya dengan mengendarai becak motor (bentor) miliknya bersama sang bapak Asta yang telah berusia lebih 50 tahun.

Bentor itu merupakan kendaraan yang Junaedi gunakan selama bekerja sebagai tukang ojek di kampung halamannya di masa pandemi Covid-19 di desa Lalattedong, kecamatan Sendana, Majene.

Bapaknya tidak lagi bekerja karena umur dan kesehatan, sedang Ibunya, Masriana baru saja wafat Januari 2021 lalu. Junet yang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara itu telah didik untuk mandiri sejak kecil. Karenanya, ia memilih bekerja dibanding membebankan orang tua dan kakaknya.

Mahasiswa yang akrab disapa Junet itu menceritakan perjuangannya membiayai kuliah dan keluarnganya meski telah menerima Bidikmisi.

Saat dihubungi, Junaedi yang lulus jalur SBMPTN Unsulbar mulai bercerita, sebelum menjadi tukang ojek bentor, ia awalnya bekerja di sebuah kafe yang mengharuskannya sering menjadi kurir makanan. Hal ini dilakukan sejak awal kuliah di masa PKKMB 2017 lalu. Namun setelah dua tahun, ia berhenti akibat tempat kerjanya harus gulung tikar.

Ia pun memilih menjadi tukang ojek di kampung halaman saat libur semester. Namun, karena merasa menghasilannya belum cukup, ia memutar otak dan memilih menjadi tukang ojek bentor.

Tiga bulan setelahnya, ia harus kembali ke perantauan untuk kuliah. Semasa kuliah, Junaedi juga bekerja sampingan di salah satu warung di kota Majene. Lalu semenjak kuliah online, ia kembali ke kampung halaman dan kembali bekerja jadi ojek bentor.

Junaedi bersama keluarga (sumber : Junaedi)

Setelah menempuh masa studi empat tahun dua bulan, ia berhasil meraih IPK 3,60. Junaedi sangat bersyukur mampu menyelesaikan pendidikannya dengan keringatnya sendiri.

“Sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga saya karena terus mendukung saya melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah,” tuturnya via telpon. (30/11).

Dengan pengalamannya, Junaedi menuturkan bahwa selalu ada jalan dan akhir yang baik jika dibarengi dengan usaha maksimal.

“Jangan biarkan keadaan dan lingkungan membatasimu, kalian harus bisa mengatakan masa empat tahun sebagai mahasiswa dengan baik,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

H-5, Unsulbar Siap Laksanakan UTBK SBMPTN 2022

Foto : Dokumentasi UTBK Unsulbar oleh karakterunsulbar.com Karakterunsulbar.com