Pendirian Prodi Pendidikan Dokter, Unsulbar Minta Pemkab Se-Sulbar Beri Dukungan

Pendirian Prodi Pendidikan Dokter, Unsulbar Minta Pemkab Se-Sulbar Beri Dukungan

- in Kabar Kampus
259
0

Foto: Rektor Akhsan saat beri sambutan

Karakterunsulbar.com – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kini makin siap mendirikan Prodi Pendidikan Dokter. Hal ini dilihat dengan telah dilakukannya supervisi pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar yang dilakukan oleh tim Direktoral Jenderal Penyedia Tenaga Kesehatan Republik Indonesia Kamis, (19/5/2022) di Ruang Teater, Gedung Kembar Kampus Padhang-Padhang.

Di pembukaan kegiatan supervisi tersebut, Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin menyampaikan bahwa Unsulbar telah membulatkan tekad untuk pendirian Prodi Pendidikan Dokter. Juga karena kampus telah mendapatkan surat tugas langsung dari Kementrian Kesehatan RI untuk mendirikan Prodi tersebut.

“Tidak bisa lagi ditawar dan harus disegerakan, karena kita sudah mendapat tugas khusus pendirian Prodi Pendidikan Dokter,” tegas Rektor Akhsan.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pemerintah Kabupaten di Sulawesi Barat dan institusi terkait untuk mendukung juga menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, khususnya untuk Kabupaten Majene. Mengingat nantinya setelah Prodi ini berdiri akan membawa manfaat banyak untuk Sulawesi Barat.

Kementerian Kesehatan pun telah berjanji akan memberikan 100 Beasiswa untuk mahasiswa pada pembukaan perdana Prodi.

“Kita dijanji 100 Beasiswa, semoga itu masih ada,” harapnya.

Hingga saat ini Unsulbar telah menyediakan Laboratorium, ruang kuliah dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Sedangkan untuk rumah sakit pendidikan, sementara akan menggunakan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kabupaten Majene dan beberapa rumah sakit lainnya.

Namun RSUD Kabupaten Majene saat masih berstatus rumah sakit Tipe C dengan Akreditasi Bintang II. Sedangkan untuk memenuhi kualifikasi rumah sakit pendidikan dokter minimal rumah sakit Tipe B.

Oleh karenanya, Rektor Akhsan meminta agar Pemda Majene segera membenahi RSUD Majene untuk memenuhi kualifikasi.

Sementara itu, turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Majene, Arismunandar menyampaikan rasa bangga atas pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar yang telah sampai tahap suvervisi dari Kemenkes RI.

Aris mengungkapkan, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Majene, ia akan mendukung melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti rumah sakit pendidikan.

Menurut Aris, Majene saat ini masih sangat kekurangan dokter terutama disetiap kecamatan. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan lambatnya pelayanan kesehatan.

Kita berharap dengan adanya lulusan dokter di Unsulbar akan membuka peluang untuk putra-putri Daerah yang nantinya bisa kembali mengabdi. Maka secara otomatis pelayanan kesehatan masyarakat akan lebih baik.

“Ini sangat akan membantu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat kedepan,” jelas Aris.

Sedangkan, Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Unsulbar, Muhammad Irwan berharap tim supervisi dari tim Dirjen Penyedia Tenaga Kesehatan RI yang akan menilai kelayakan Unsulbar untuk membuka Prodi Pendidikan Dokter bisa memberikan rekomendasi layak.

Yang nantinya rekomendasi tersebut sebagai kelengkapan borang untuk dibawa ke pusat sehingga surat ijin operasional Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar segera diterbitkan.

Untuk saat ini, tim borang dan pokja telah berusaha semaksimal mungkin dan semua kelengkapan pendirian Prodi Pendidikan Dokter telah disiapkan. Kami optimis kurang lebih tiga bulan kedepan ijin operasional sudah bisa diterbitkan.

“Kita optimis, sekitar tiga bulan lagi, ijin operasional bisa diterbitkan” jelas Irwan.

Menanggapi pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar, Dirjen Penyedia Tenaga Kesehatan RI, Dra. Oos Fatimah mengapresiasi pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar.

Ia berjanji akan memberikan perhatian karena telah menjadi bagian program pemerintah dalam pemerataan dokter yang masih terpusat di pulau jawa.

Menurutnya, berdasarkan standar World Health Organization (WHO) idealnya jumlah dokter dan masyarakat 1 : 1000.

Berdasarkan data Kemenkes RI, di Indonesia masih kekurangan 172.508 dokter, jika dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai 273.984.400 juta jiwa.

Sedangkan di Sulbar sendiri, jumlah dokter hanya 249 masih kekurangan 1241 dokter jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,419 juta jiwa.

Ia berharap nantinya prodi Pendidikan Dokter Unsulbar menjadi solusi peningkatan dokter dan layanan kesehatan di Sulawesi Barat.

“Kita berharap ini adalah diantara solusi untuk pemerataan dokter,” jelasnya.

Terkait kendala rumah sakit pendidikan, tim Dirjen Penyediaan Kesehatan RI meminta kepada Pokja pendirian Prodi Pendidikan Dokter dan pihak RSUD Kabupaten Majene untuk mengidentifikasi kekurangan untuk dilaporkan ke kementerian kesehatan untuk dicarikan solusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Insiden Penurunan Bendera, Empat Mahasiswa Unsulbar Sampaikan Permohonan Maaf

Foto : Mahasiswa Unsulbar tersangka penurunan bendera  Karakterunsulbar.com