Hidupkan Kembali Lagu Anak-Anak, Dosen Unsulbar Gelar Lomba

Hidupkan Kembali Lagu Anak-Anak, Dosen Unsulbar Gelar Lomba

- in Berita, Kampusiana
658
0

Keterangan foto : Lomba Menyanyi dalam rangkaian Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2023 yang digelar usat Kajian Perempuan dan Anak Unsulbar bekerjasama dengan sejumlah lembaga. (foto : Ist) 

KarakterUnsulbar.com – Salah satu tantangan dalam pendidikan anak saat ini adalah keberadaan lagu dewasa yang lebih gencar dan diminati anak- anak, padahal lagu dewasa belum cocok untuk tumbuh kembang anak.
Mencermati perkembangan tersebut, dosen Universitas Sulawesi Barat yang tergabung dalam Pusat Kajian Perempuan dan Anak menggelar Lomba Menyanyi Anak – Anak.

Anggota Panitia Lomba yang juga dosen Ilmu Politik Unsulbar, Aco Nata Saputra, M.Si melalui keterangan persnya, Senin (24/07), menjelaskan lomba menyanyi anak – anak tersebut merupakan rangkaian kegiatan Festival Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2023 dipusatkan di Polewali, kabupaten Polewali Mandar.

Menurut Aco, disamping Lomba Menyanyi, kegiatan lainnya dalam rangkaian Festival HAN itu antara lain, Talkshow dan Workshop tentang penanggulangan stunting atau tengkes.
Aco menambahkan kegiatan rangkaian kegiatan Festival Hari Anak Nasional itu digelar Pusat Kajian Perempuan dan Anak Unsulbar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, DPR-RI (Komisi IX) dan Karang Taruna Sulbar.

Lagu Anak

Ketua Panitia Festival Hari Anak Nasional (HAN), Citra N. Fariaty, S.IP.,M.Si menjelaskan bahwa anak adalah harapan bangsa yang butuh perhatian dari semua kalangan.
Bentuk perhatian itu tambah Citra yang juga dosen FISIP Unsulbar itu adalah dengan menggelar lomba menyanyi khusus anak.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengembalikan kecintaan anak-anak kepada lagu anak-anak. Karena di era digitalisasi sekarang, semakin banyak anak-anak yang tidak tahu lagu anak-anak sehingga mereka lebih banyak menyanyikan lagi orang dewasa yang sebagian besar memuat konten percintaan dan masalah orang dewasa yang belum saatnya mereka bahasakan” kata Citra.

Dikutip dari hasil riset  tentang pendidikan anak yang dipublikasikan Jurnal PROSISKO, vol 3, 2016, masa kanak-kanak (golden age) merupakan masa yang sangat penting sebagai dasar dalam pembentukan karakter dalam tiap individu.

Banyaknya lagu-lagu untuk kalangan remaja dan dewasa yang didengar maupun dilihat oleh anak-anak secara tidak langsung menjadi potret yang menyedihkan dalam dunia anak. Mereka akan meniru apa yang telah mereka lihat dan dengar di lagu dewasa tersebut. Hal ini tentu sangat memprihatinkan bagi orang tua.

Sementara itu, kegiatan lomba menyanyi anak yang digelar Pusat Kajian Perempuan dan Anak Unsulbar itu mendapat apresiasi dari para orang tua.
Siti Aisyah misalnya, orang tua di Polewali menyatakan dengan internet yang semakin mudah, semakin cepat pula anak – anak mengonsumsi lagu atau film yang sebagian besar adalah konten dewasa.

“Dengan kegiatan ini saya bersyukur karena saya sebagai orang tua juga bisa mendapat pengetahuan baru dalam mendidik anak,” tambah Aisyah. (AR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pildek FKIP : 1 Kandidat Mundur, 2 Doktor Internal FKIP Maju ke Tahap Pemilihan

Sosialisasi Pemilihan Dekan FKIP melalui baligo di depan Rektorat