karakterunsulbar.com – Rumput laut merupakan salah satu komoditas hasil kelautan yang memiliki peluang bisnis, hasil olahan rumput laut makin dibutuhkan dalam dan luar negeri.
Menyikapi peluang yang besar dari budidaya rumput laut tersebut, dosen Unsulbar kembali membimbing masyarakat desa untuk membudidayakan rumput laut dengan baik.
Dosen Unsulbar yang tergabung dalam tim Pengabdian Kemitraan Desa Universitas Sulawesi Barat tersebut melalukan kegiatannya di desa Ulidang, Kecamatan Tammerodo Sendana, kabupaten Majene.
Pada Kegiatan pengabdian itu, tim bermitra dengan Yayasan Pemuda Mitra Masyarakat Desa (YPMMD).
Bertindak sebagai Ketua tim, Dr. Nur Indah Sari Arbit, M.Si yang juga merupakan salah satu ahli Rumput Laut di Sulbar, dengan anggota tim yakni dosen Dian Lestari M.Si dan dosen Ekonomi Manajemen, Erwin, M.M.

Kepada Karakterunsulbar.com, Selasa, 28/11, Dr. Indah Sari Arbit menjelaskan kegiatan pembimbingan budidaya rumput laut di desa Ulidang yang berlangsung 25 November 2023 itu.
Kegiatan diisi dengan berbagai materi, mulai dari cara memulai usaha budidaya rumput laut, metode yang cocok dengan lokasi, pengenalan produk jenis produk olahan rumput laut, hingga aspek manajemen bisnis usaha.
“Budidaya rumput laut di Desa Ulidang memiliki prospek yang bagus juga didasarkan pada hasil riset yang menunjukkan kelayakan lokasi untuk budidaya rumput laut,” kata Dr. Indah, yang meraih doktoralnya dari penelitian tentang rumput laut.
Potensi Rumput Laut
Dikutip dari kemenperin.go.id, produk olahan rumput laut umumnya digunakan oleh industri pangan dan non-pangan. Dalam industri pangan, produk formulasi rumput laut digunakan sebagai bahan tambahan pangan pada bakso, nugget, sirup, es krim, yogurt, jus, dan jeli. Pada industri non-pangan, rumput laut dapat digunakan untuk produksi cat, tekstil, pasta gigi, kosmetik seperti lotion, sabun, dan sampo.
Produk olahan rumput laut juga telah digunakan di dalam industri farmasi, misalnya untuk pembuatan cangkang kapsul dan media agar. Bahkan, limbah dari hasil pengolahan rumput laut dalam bentuk padatan dan cairan, dapat pula dimanfaatkan lebih lanjut untuk bahan pupuk, media tanaman serta bata ringan.
![]()
BPS mencatat rumput laut Indonesia memiliki andil besar dalam pasar rumput laut dunia. Menurut data International Trade Center, pada 2018 ekspor rumput laut Indonesia dalam bentuk bahan mentah menduduki peringkat pertama dunia, yakni mencapai 205,76 ribu ton.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, nilai ekspor rumput laut dari Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu mencapai US$149,3 juta dengan volume 148,3 ribu ton. Korea Selatan berada di peringkat kedua dengan nilai ekspor rumput laut US$9,6 juta dan volume 7,8 ribu ton. Setelahnya ada Chili dengan nilai ekspor rumput laut sebesar US$5,8 juta dan volume 3,4 ribu ton.
Apresiasi Pemerintah Desa
Kepala Desa Ulidang, Suradi menyampaikan apresiasi atas kegiatan Pengabdian Kemitraan Desa Universitas Sulawesi Barat yang mengenalkan masyarakat daerah pesisir terhadap budidaya rumput laut.
” Kegiatan bagus seperti ini kami harapkan dapat berlanjut sehingga (budidaya rumput laut,-) dapat membawa manfaat untuk penguatan ekonomi masyarakat,” kata Kepala desa Suradi.
Senada dengan pemerintah desa, ketua YPMMD Tavip Anwar juga menyampaikan harapan agar kegiatan pengenalan dan pembimbingan usaha rumput laut dapat berlanjut.


